logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 03 Nopember 2007 NASIONAL
Line

Pasar Bitingan Terbakar Lagi


MENCARI YANG TERSISA: Di antara kepulan asap dan puing-puing bangunan pasar, sejumlah pedagang berusaha mencari sisa dagangannya yang masih bisa dimanfaatkan di lantai II Pasar Bitingan, Kudus. Pasar berlantai dua itu dilalap api Jumat (2/11) dini hari.(30)

KUDUS- Pasar Bitingan Kota Kudus Jumat (2/10) dinihari sekitar pukul 03.30 terbakar. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Namun, musibah tersebut menimbulkan kerugian yang tak sedikit bagi pedagang. Dugaan sementara, api berasal dari hubungan arus pendek listrik (konsleting).

Bangunan lantai 2 yang mengalami kerusakan parah diperkirakan tidak bisa difungsikan kembali. Pasar terbesar kedua di Kota Kretek itu pernah terbakar pada 1 November 2001, sama-sama Jumat Pon. Saat itu sekitar 3/4 bangunan pasar berlantai dua hangus.

Api diduga berasal dari sebuah los yang menjual plastik dan kertas. Si jago merah merambat ke los-los lainnya tempat berjualan buah dan daging.

Salah seorang Satpam di tempat itu, Sudir (50), mengaku melihat api sekitar pukul 03.30. Dia juga berusaha memadamkannya, namun upayanya tak berhasil karena api sudah telanjur membesar. "Saya kemudian ke Nojorono untuk minta bantuan pemadam kebakaran," ujarnya.

Satu unit pemadam kebakaran belum dapat menjinakkan api. Beberapa pedagang kemudian berinisiatif memadamkan api dengan mengguyur air pada titik api.

Suasana menjadi panik, saat sebagian atap pasar mulai berjatuhan. Sementara di bawahnya, para pedagang berusaha menyelamatkan sisa barang dagangannya.

Bantuan unit pemadam kebakaran dari PT Nojorono, PT Djarum, Pura Group, dan Pemkab dibantu mobil pembawa suplai air berjuang sekitar satu jam. Akhirnya api dapat dijinakkan pukul 06.00.

Menurut Kepala Kantor Pengelolaan Pasar Kudus Suwondo, jumlah los yang terbakar sebanyak 393 unit di 251 petak. Sedangkan area lantai 2 yang terbakar seluas 1.508 m2.

Total jumlah pedagang di Pasar Bitingan, baik dari lantai 1 maupun 2 berjumlah 1.300 orang. "Kami masih belum dapat memperkirakan kerugian materialnya," ungkap dia.

Pedagang buah dan bahan-bahan pembuat roti di Blok A Lantai 2, Afiana, mengaku mengalami kerugian Rp 30 juta. Pasalnya, tiga hari sebelumnya dia menambah stok. "Los saya habis terbakar," ujarnya.

Pemilik kios yang menjual plastik, Heri (28), dimintai keterangan oleh petugas dari Labfor Polri Cabang Semarang. Dari kios laki-laki itulah diduga asal titik api yang melalap lantai 2 Pasar Bitingan Kudus. Api diduga karena hubungan arus pendek listrik.

Didampingi sejumlah pedagang, ia menjelaskan mengenai tatanan instalasi listrik yang terpasang di kiosnya. Dia mengaku, instalasi listrik di kiosnya cukup sederhana, namun ia menegaskan tidak menambah atau menyalahi aturan yang ada.

Kapolres AKBP Iswandi Hari, di sela-sela pemeriksaan TKP oleh tim Labfor mengatakan, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan.

''Sementara ini hanya mengumpulkan bukti-bukti dari TKP, serta mengamankan lokasi terlebih dahulu. Kami juga masih meminta keterangan dari saksi mata, pemilik kios, dan penjaga,'' ujarnya. Pihaknya juga belum bisa memperkirakan kerugian akibat peristiwa itu.

Bupati Ir HM Tamzil yang ditemui usai mengecek kerusakan kebakaran menyatakan, segera mengupayakan area bagi pedagang yang losnya terbakar. Bupati disertai Kapolwil Kombes M Zulkarnain, Wabup Hj Noor Haniah, Kapolres AKBP Iswandi Hari, dan Dandim Letkol CZi Abi Ismawan, memerintah petugas Kantor Pasar untuk melakukan pengukuran. "Pedagang mungkin akan ditempatkan di area parkir atau di pinggir jalan dekat pasar," tuturnya.

Kemarin siang petugas dari Labfor Mabes Polri Cabang Semarang mengadakan olah TKP. Ketua Tim AKBP Sodiq Pratomo saat ditemui di TKP belum bersedia memberikan pernyataan resmi. Namun ia memperkirakan, berdasarkan data yang diperoleh di lapangan, api berasal dari atas dan kemudian menyebar ke sekelilingnya.

Perkiraannya didasarkan bukti adanya besi penyangga atap yang melengkung. "Itu belum merupakan kesimpulan, hanya temuan di lapangan," jelasnya. (H8,J18-60)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA