logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 02 Nopember 2007 NASIONAL
Line

Merajut Kerja Sama Antarnegara (1)

China Merangkul ASEAN Menjadi Raksasa Asia


SM/Bambang Pur CENDERAMATA:Bupati Wonogiri Begug Poernomosidi menerima cenderamata dari Wali Kota Naning Guangxi China, Zhao Hongseng. Sebelumnya, Begug menyerahkan kenang-kenangan sebilah keris Nagasasra berornamen naga.(30)

Tim Pemkab Wonogiri selama sepekan, 25 Oktober sampai 1 Nopember, diundang Pemerintah China di Kota Naning Provinsi Guangxi. Wartawan Suara Merdeka Bambang Pur menurunkan laporannya.

HARI telah malam ketika pesawat China Southern mendarat di Bandara Wuxu di Naning Provinsi Guangxi China. Hamparan aneka bunga memperindah taman-taman kota yang dipenuhi lampu hias.

Naning, sebagai green city, menurut Wali Kota Zhao Hongseng, baru saja mendapatkan anugerah sebagai kota idaman pemukiman ideal dari pemerintah China.

''Naning sebagai kota hijau, oleh pemerintah pusat China dinilai sebagai kawasan paling ideal untuk pemukiman,'' kata Zhao.

Kota yang memiliki maskot ''kendang'' liong barongsai itu ditunjuk oleh pemerintah pusat China menjadi ajang event internasional China-ASEAN Expo (CAE), yang digelar tahunan.

Untuk penyelenggaraan CAE ke-4 pada 2007, digelar sejak 28 sampai 30 Oktober. Bersamaan event ini, dilaksanakan pula China-ASEAN business and investment summit (Cabis). Melalui CAE dan Cabis, pemerintahan China ingin merangkul ASEAN untuk membangun kekuatan baru menjadi raksasa Asia yang disegani dunia.

Melalui CAE dan Cabis pula, China ingin menumbuhkan sistem win-win cooperation dalam merajut kebersamaan antarnegara yang saling menguntungkan. Orang Indonesia yang diundang untuk mengikuti CAE dan Cabis sekitar 400 orang.

Di antara 400 orang itu, termasuk di dalamnya tim kecil Pemkab Wonogiri yang dipimpin Bupati Begug Poernomosidi dan Ketua DPRD Sugimin Djoko Suwondo, diikuti Kepala Bappeda Pranoto, Kabag Kerja Sama Suwoso, dan Direktur Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Surya Teguh Budiyono.

Kawasan Industri

Melalui event tersebut, 10 negara ASEAN berlomba menawarkan potensinya, termasuk Indonesia, agar dapat dikembangkan China. Dari Indonesia, Provinsi Papua menawarkan potensi sagu yang melimpah yang dapat diolah menjadi tepung untuk aneka bahan industri makanan.

Ketua Kadin Papua Yusuf Walo mengatakan, Papua juga kaya akan tanaman perkebunan kopi dan cokelat. Provinsi Sumatera Utara menawarkan potensi perkebunan karet dan kelapa sawit.

Provinsi Sumatera Selatan menawarkan potensi tambang batu bara yang depositnya mendominasi sekitar 48 persen dari total tambang batu bara nasional. Berikutnya dari Batam, mempunyai 32 jenis peluang bisnis pengembangan aneka industri.

Menurut ketua tim dari Batam, Sofyan Hutagaul, saat ini wilayahnya telah menarik investor dari 37 negara dengan nilai investasi 4,650 miliar dolar AS.

Melihat kiprah dari berbagai provinsi itu, kata Bupati Begug, Wonogiri sangat bersyukur karena tidak lagi dalam proses menawarkan potensinya. ''Tapi China telah menindaklanjuti rencananya, yang akan serius membangun kawasan industri di Wonogiri,'' katanya.(60)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA