logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 02 Nopember 2007 NASIONAL
Line

"Ora Salah Kok Dipateni"

KAMIS (1/10) pagi, suasana Desa Toso berbeda dari biasanya. Puluhan anggota Perlindungan Masyarakat (Linmas) Desa Toso, Kecamatan Bandar bersiap-siap di Dusun Grenyah. Tak beberapa lama datang satu regu Sat Samapta yang dipimpin Kasat AKP I Gusti Ngurah Simatupang juga datang di lokasi dan berhenti di depan rumah Warsani.

Saat itu, hujan gerimis mengiringi kedatangan jenazah Warsani (50) dan Trimo (30). Warga semula menolak jenazah kedua tetangganya yang dikenal sebagai preman desa dimakamkan di pekuburan Grenyah.

Alasannya, selama ini keluarga mereka terutama ulah Warsani dan ketiga anaknya Taryono, Trimo, dan Tikno yang meresahkan warga.

Namun lewat pendekatan Kades Mujahidin dan Kadus Margosari Tahroni akhirnya warga menyadari.

"Warga sadar, bagaiamana pun juga Warsani dan Trimo adalah manusia dan penduduk desa. Biarlah mereka menghadap Yang Maha Kuasa dengan tenang," ujar Tahroni.

Sekitar pukul 10.30 warga secara bergotong royong menggali dua liang di pekuburan yang jaraknya sekitar 300 meter dari perkampungan.

Taryono, anak korban yang melarikan diri, menghubungi anggota Satreskrim melalui HP, dan meminta agar jenazah bapak dan adiknya itu dimakamkan di luar Desa Toso.

Sekitar pukul 12.30 datang mobil jenazah yang membawa jenazah Warsani dan Trimo. Bapak dan anak itu, Rabu siang lalu tewas setelah dikeroyok tetangganya sendiri. Kedatanganya dikawal anggota polisi.

Begitu tiba di Grenyah, kedua jenazah itu tidak dimasukkan di rumahnya. Tapi mobil langsung diarahkan ke pekuburan setempat, dan berhenti di samping bangunan tempat menyimpan keranda tak jauh di mulut jalan masuk kuburan.

Saat jenazah ditandu, datang Sauti (49) istri Warsani, bersama kedua menantunya Siti Chopiyah (24) istri Trimo, dan keluarga langsung berlarian menuju ke kuburan.

Begitu melihat mayat suami dan anaknya yang sudah dikafani mereka langsung menangis histreris.

"Ora salah apa-apa kok dipateni," teriak Sauti.

Dia terus meronta-meronta, namun bisa ditenangkan Kapolsek Bandar AKP Sumbaryono beserta Danramil Kapten Inf Suyadi. Setelah itu jenazah langsung diangkat masuk ke kuburan.

Pukul 12.50 jenazah Trimo kali pertama dimasukkan. Disusul dengan bapaknya Warsani. Tahroni pun mengumandangkan azan sebelum ke dua liang ditutup tanah.(Arif Suryoto-77)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA