| Jumat, 02 Nopember 2007 | NASIONAL |
Kalla Minta Calon Sekjen KPU DigantiJAKARTA- Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) mencari nama baru untuk diajukan sebagai calon Sekretaris Jenderal KPU. Sebab tiga nama yang diusulkan lembaga itu dianggap tidak seimbang. Ketua KPU Abdul Hafiz Anshari mengakui dipanggil mendadak Wapres di sela-sela Seminar Nasional Pencegahan Korupsi Melalui Reformasi Birokrasi di Hotel Four Season Jakarta, Kamis (1/11). Dia mengungkapkan Wapres menilai tiga nama calon sekjen yang diusulkan KPU ke Tim Penilai Akhir (TPA) beberapa waktu lalu tidak seimbang. "Dari tiga calon sekjen yang diajukan, salah satu calon yang berasal dari Sulawesi bukan merupakan pejabat eselon satu melainkan eselon dua," kata Hafiz. Wapres meminta agar dicarikan calon lain yang berasal dari eselon satu, sehingga dapat menjadi calon alternatif pilihan yang seimbang bagi TPA dalam menentukan sekjen. "Wapres meminta agar calon sekjen seimbang, yakni semuanya berasal dari eselon satu," tandasnya. Secepat Mungkin Hafiz mangatakan penggantinya kemungkinan bisa diambil dari sisa calon sekjen hasil seleksi KPU, namun tidak tertutup kemungkinan ada calon alternatif. "Wapres minta, kalau bisa secepat mungkin dilakukan. Tapi kami belum bisa menentukan kapan waktunya." Sebelumnya, KPU menyodorkan sembilan nama calon untuk menduduki kursi sekjen. Namun hanya tujuh nama yang memenuhi persyaratan, dan dalam pleno diputuskan tiga nama untuk diserahkan kepada presiden. Hafiz memastikan dalam pengajuan pihaknya tidak menempatkan seseorang sebagai calon unggulan atau bukan. Yang penting, sesuai arahan Wapres, calon harus seimbang. Calon bisa berasal dari Depdagri atau dari luar. Tapi Hafiz menjamin tidak ada orang dalam di lingkungan KPU yang akan dipilih dan akan diajukan untuk menggantikan satu calon yang dinilai tidak layak ini. "Pokoknya dia harus eselon satu, dan bukan dari KPU," ucapnya.(A20-48) |