| Jumat, 02 Nopember 2007 | NASIONAL |
Mandala Tergelincir di Malang
MALANG- Untuk kali kedua pesawat Mandala tergelincir di Bandara Abdulrachman Saleh Malang saat bandara tengah diguyur hujan lebat. Kejadian Kamis (1/11) pukul 13.00 itu menimpa pesawat Boeing 737-200 jurusan Jakarta-Malang dengan nomor penerbangan RI-260. Kejadian itu merupakan kali kedua bagi maskapai itu, setelah kecalakaan 18 Desember tahun lalu. Akibat kecelakaan itu, Mandala menghentikan operasional seluruh pesawat Boeing 737-200. "Sementara ini Mandala Airlines menunda penerbangan dengan pesawat Boeing 737-200 sampai dengan penyelidikan lebih lanjut," kata Chief Operating Officer Mandala, Steve Wilks, di kantornya, Jl Tomang Raya, Jakarta Barat, Kamis(1/11). Mandala memiliki 3 pesawat Boeing 737-200. Satu dalam perawatan dan dua terbang. Maskapai itu juga menghentikan sementara penerbangan Jakarta-Malang dan sebaliknya. "Ditiadakan mulai besok sampai penyelidikan selesai," kata Wilks. Pesawat Terlempar Dalam kecelakaan itu, as roda depan patah sehingga pesawat dengan pilot Tri Sumiadi dan kopilot Susianto, terlempar hingga 200 meter dari ujung landasan pacu. Lima penumpang mengalami luka ringan akibat benturan dan dirawat di RS Lanud Abdurachman Saleh. Mereka sudah bisa pulang setelah mendapat perawatan ringan. Mandala jenis Boing 737-200 dengan nomor penerbangan PKRI-260 itu membawa 89 orang dan tergelincir di lintasan 17 saat akan melakukan pendaratan. Pesawat asal Jakarta itu saat mendarat tiba-tiba terperosok di landasan pacu yang memiliki panjang hampir 2 km, akibat kondisi landasan pacu licin setelah diguyur hujan lebat. Pesawat Presiden Sementara itu di Banjarmasin, cuaca buruk memaksa pesawat yang ditumpangi Presiden SBY menunda pendaratannya di Bandara Syamsudin Noor, Banjarmasin, Kalimantan Selatan. "Waktu itu hujan deras. Kita mencari celah sekitar 20 menit untuk mendarat," kata Nachrowi, Kamis (1/11). Namun, lanjut Nachrowi, SBY tetap bersikap tenang menghadapi kondisi itu. "Kita mencari celah dan waktu. Kira-kira selama 20 menit akhirnya kita mendarat dengan mulus," kata Nachrowi.(jo,dtc-77) |