| Jumat, 02 Nopember 2007 | NASIONAL |
Bunga The Fed Turun Lagi
NEW YORK-Bank Sentral AS (The Fed) akhirnya memenuhi ekspektasi pasar dengan menurunkan suku bunga patokannya sebesar 25 basis poin menjadi 4,5%. Keputusan itu diambil di tengah kekhawatiran melemahnya perekonomian. Keputusan itu diambil secara bulat dalam rapat Federal Open Market Committee (FOMC) yang berlangsung selama dua hari 30-31 Oktober. Dalam voting, hanya Thomas Hoenig, Presiden Bank Sentral Kansas City yang memilih untuk mempertahankan suku bunga pada 4,75%. "Ekspansi ekonomi kemungkinan akan melambat dalam jangka pendek, sebagian merefleksikan intensifikasi dari koreksi sektor perumahan," ujar The Fed dalam pernyataannya, Kamis (1/11). Penurunan ini berarti untuk kali kedua setelah The Fed menurunkan tingkat suku bunga secara agresif pada 18 September lalu sebesar 50 basis poin. Penurunan suku bunga ini diharapkan mampu mengurangi tekanan kredit akibat masalah krisis subprime mortgage di AS. Wall Street langsung bergairah setelah penurunan bunga Bank Sentral AS (The Fed). Bursa-bursa regional pun langsung mengekor. Pada perdagangan Rabu (31/10), Wall Street langsung rally setelah keputusan tersebut. Dow Jones Industrial Average (DJIA) ditutup menguat tajam hingga 137,54 poin (1%) ke level 13.930,01. Nasdaq menguat Para pemain saham di Bursa Efek Jakarta (BEJ) pun takkan semakin bergairah. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) semakin berkibar dengan pencapaian yang menakjubkan di level 2.700-an. Level keramat itu bisa dengan mudah digapai. Banyaknya sentimen positif di lantai bursa menjadikan pasar saham bergerak atraktif. Mulai dari penurunan bunga The Fed 0,25% menjadi 4,5%, inflasi Indonesia yang bulan Oktober relatif terkendali sebesar 0,79%, atau turun tipis dibandingkan inflasi Agustus sebesar 0,8%. Belum lagi keluarnya laporan keuangan emiten unggulan, seperti Astra dan Antam yang menawan. Banjir sentimen positif itu membuat pelaku pasar jadi semangat berburu saham. Pada penutupan perdagangan saham Kamis (1/11) IHSG meroket 61,170 poin (2,31%) ke rekor baru 2.704,657. "Kenaikan IHSG hari ini didorong kinerja triwulan III emiten, terutama naiknya harga saham Astra dan Antam," kata analis dari Optima Investama, Ikhsan Binarto Kamis (1/11). Sentimen The Fed juga membuka peluang BI kembali menurunkan suku bunga. Dengan tembusnya IHSG di 2.700, menurut Ikhsan, kini muncul prediksi baru atas batas terendah (support) dan teratas (resistence) IHSG. Support baru ada di 2.600 dan resistence 2.750. Indeks LQ-45 naik 17,618 poin (3,06%) ke level 593.126 dan Jakarta Islamic Index (JII) naik 14,389 poin (3,11%) ke level 477,444.(bn,dtc-33) |