logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 01 Nopember 2007 NASIONAL
Line

Aneka Warta

Lahan Kritis Meningkat 77.348 Ha

SEMARANG - Provinsi Jateng dalam lima tahun terakhir ini mengalami peningkatan dalam kerusakan lingkungan. Lahan kritis meningkat 77.348 hektare, lahan pertanian turun 9.849 hektare, dan kerusakan hutan mencapai 43.526 hektare.

Diungkapkan Gubernur Ali Mufiz usai membuka acara Pembinaan Gerakan Nasional Rehabilitasi Hutan dan Lahan di Grhadika Bhakti Praja, Rabu (31/10), tingginya kerusakan lingkungan itu turut memacu peningkatan pemanasan global.

''Perlu ada langkah jangka pendek maupun panjang untuk mengurangi kerusakan lingkungan. Bila hal itu terus dibiarkan, lambat tapi pasti Jateng akan alami krisis lingkungan,'' kata gubernur yang dalam acara tersebut mendukung upaya pemerintah dalam menggalakkan Jawa Hijau 2015 nanti. (H37,H7-62)

Diduga Bertengkar Tukang Sapu KA Jatuh

SEMARANG - Seseorang jatuh dari KA Feeder jurusan Semarang-Bojonegoro, di Ngablak, Muktiharjo Lor, Kecamatan Genuk, sekitar pukul 17.00, Rabu (31/10). Namun kejadian tersebut baru diketahui masyarakat sekitar pukul 19.00. Saat itu salah seorang warga sekitar mendengar suara orang merintih kesakitan. Warga kemudian menolong dan membawa ke RS Islam Sultan Agung, Jl Raya Kaligawe.

Kasatlantas Polresta Semarang Timur Iptu Mifta Hadi Syafi'i yang datang ke lokasi kejadian bersama personel dari Polsek Genuk, mencatat korban diketahui bernama Sariat Nur Fatah bin Narto (14), tukang sapu kereta yang beralamat di Jl Soponyono II/80 RT 5 RW 16 Desa Jetis, Kecamatan Purwodadi, Grobogan.

Dalam keterangan sementara ke petugas Satlantas, korban mengaku bertengkar dengan sesama rekannya. Kemudian dilempar sapu sampai akhirnya terjatuh dari kereta api tersebut. Kapolresta Semarang Timur AKBP Drs Agustin Hardiyanto SH mengatakan, korban mengalami patah kaki kiri. Betis, paha, dan lehernya luka lecet. Sampai saat ini pihaknya masih menyelidiki kasusnya. Juga belum diketahui kronologinya secara pasti. Sebab korban belum bisa dimintai keterangan secara lengkap.(D12,H21-62)

''Krisis Kok Ngarang Lagu...''

JAKARTA - Mantan Presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) mengkritik Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terkait dengan peluncuran album ''Rinduku Rindumu'' belum lama ini.

Pasalnya, menurut Ketua Umum Dewan Syuro DPP PKB itu, peluncuran itu dilakukan ketika kondisi negara sedang prihatin karena belitan masalah kemiskinan, kebodohan, dan pengangguran. ''Saat krisis begini malah ngarang lagu,'' celetuk Gus Dur Rabu (31/10).

Presiden SBY menciptakan beberapa lagu dan mengemasnya dalam satu album musik. Peluncuran album musik dari seorang Presiden memang yang kali pertama di negeri ini.

Menurut Gus Dur, akan lebih baik jika SBY melakukan pekerjaan yang lebih bermanfaat, seperti lebih memperhatikan kemiskinan ataupun kesejahteraan yang semakin memprihatinkan.

''Kenyataannya yang terjadi saat ini banyak kemiskinan, kebodohan, dan mereka membutuhkan perlindungan. Malah ngarang lagu,'' ujar Gus Dur.(di-49)

Halalbihalal Kaum Marhaenis

SEMARANG- Kaum marhaenis Jateng akan menyelenggarakan halalbihalal yang direncanakan akan berlangsung di halaman Panti Marhaenis Jl Brigjen Katamso 24, Sabtu (3/11). Kegiatan tersebut diselenggarakan atas prakarsa lima organisasi berazas marhaenisme ajaran Bung Karno, yakni Koalisi Daulat Rakyat (Kodrat), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Pemuda Demokrat Indonesia dan gerakan rakyat Marhaen (GRM), serta keluarga besar marhaenis (KBM).

Ketua panitia H Soetjipto yang juga Ketua Dewan Pengurus Provinsi (DPP) Keluarga Besar Marhaenis (KBM) Jateng mengatakan, selain untuk saling bersilaturahmi kegiatan ini juga dimaksudkan untuk membangun kerukunan dan kebersamaan di kalangan kaum marhaenis. Dia mengharapkan kawan-kawan seperjuangan bisa menghadiri acara tersebut. (H37-46)

Usulan UMK 6 Daerah

di Bawah KHL

SEMARANG - Rapat pembahasan upah minimum kabupaten/kota (UMK) masih belum ada kesepakatan. Pasalnya ada beberapa daerah yang mengajukan UMK masih di bawah kebutuhan hidup layak (KHL).

Anggota Dewan Pengupahan Pemprov Jateng Indartono, baru-baru ini mengatakan, dengan UMK di bawah KHL, maka tingkat kesejahteraan pekerja masih sangat minim. Dia menyebutkan, ada enam daerah yang masih kurang dalam pencapaian KHL, yakni Kudus, Kendal, Blora, Cilacap wilayah kota, Banjarnegara, dan Kota Tegal.

Dicontohkan, pencapaian KHL Kudus 96,4%, namun usulan UMK 2008 Rp 660.000. Dengan naiknya KHL, idealnya, meski tidak mendekati persis KHL, upah paling tidak Rp 684.000.

Begitu pula Blora dengan KHL menjadi 92,4 %, UMK harus naik menjadi Rp 640.000 dari usulan saat ini Rp 624.000.(H37,H7-62)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA