| Kamis, 01 Nopember 2007 | NASIONAL |
Istri Pasrah, Tasmiyah Gemetar...TAK tahulah bagaimana rasanya melihat anak dan cucunya meninggal dengan cara mengenaskan. Dikeroyok oleh warganya. Lihatlah Sauti, istri Warsani dan ibu kandung dari Trimo. Begitu ketakutkannya ketika warga mengepung rumahnya, hingga wanita itu tak berani keluar rumah sama sekali. Bersembunyi di kamar dan hanya pasrah. Hanya ibunya, Tasmiyah yang masih mempunyai sedikit nyali. Mertua Warsani itu berani keluar, hanya sebentar, lalu masuk lagi. ''Saya terkejut melihat menantu dan cucu diarak-arak ratusan orang. Tidak tahu apa salah mereka kok sampai dihajar warga,'' ujar Tasmiyah. Nenek dari korban Trimo itu tidak tahu kalau menantu dan cucunya meninggal dunia karena dikeroyok warganya. Begitu melihat keduanya meninggal dengan kondisi menggenaskan, badannya gemetar, menahan rasa sedih dan ketakutan luar biasa. Sedangkan anaknya, Sauti (istri Warsani) sama sekali tidak berani ke luar rumah. ''Ada di dalam kamar. Saya masih ketakutan melihat banyak orang, mendatangi rumah kemudian dengan suara keras mencari menantu dan cucu,'' ujar nenek itu dengan tubuh gemetaran. Dia mengisahkan, sesaat setelah Warsani dan Trimo pulang, terdengar suara gemuruh warga mendatangi rumahnya. Tak lama kemudian, melihat menantu dan cucunya ke luar rumah. Setelah itu, terjadi saling tantang. ''Saya juga bingung, ana apa jare pada padu seru-serunan. Setelah itu warga mengepung rumah.'' Nenek itu pun selanjutnya tidak mengetahui kalau, Warsani dan Trimo melarikan diri ke arah kebun cengkih, dan dikejar ratusan orang. Bahkan, sampai meninggalnya kedua keluarganya itupun belum diketahui secara pasti. Tak satu pun warga memberitahu. ''Sampun nggih awak kula gemeteran,''ujar dia sambil memegang kepalanya. Selanjutnya dia enggan menjawab pertanyaan.(Arif Suryoto-77) |