| Kamis, 11 Oktober 2007 | PANTURA |
Warga Mulai Serbu Pasar TradisionalKAJEN - Beberapa pasar tradisional di Kabupaten Pekalongan kemarin mulai diserbu warga. Di Pasar Kedungwuni misalnya, sejak pukul 08.00, warga sudah membanjiri jalan Raya Capgawen yang menuju pasar tersebut. Jumlah pedagang tiban pun terlihat lebih banyak terutama yang berjejer di tepi Jalan Raya Gombong Kedungwuni. Sebagian besar berjualan bunga dan batu nisan, sebagian lagi berjualan buah. Suasana semrawut terlihat di Jalan Raya Capgwen yang menuju ke lokasi pasar.Berapa alat transportasi baik becak, dokar maupun mobil yang membongkar muatan, parkir secara tidak teratur sehingga memenuhi separo lebih bahu jalan. Di sebelah timur pasar, terlihat ada rambu larangan bagi dokar untuk lewat ke jalur itu, namun tidak digubris. Akibatnya jalan semrawut dan padat. Kendaraan yang lewat terpaksa merayap pelan. Kepala Bidang Pengelolaan Pasar Dipenda Subiyanto saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya akan terus menertibkan pasar-pasar. "Untuk Kedungwuni baru akan ditertibkan besok (hari ini-red)," tuturnya. Dipenda beserta instansi terkait lainnya kemarin memantau dan menertibkan beberapa pasar. Di antaranya Pasar Wiradesa, Kajen, Kesesi , Sragi, dan Bojong. Menurut Subiyanto, Pasar Di Kedungwuni kemarin terlihat lebih ramai. Parkir Subiyanto mengaku akan mengkonsentrasikan penertiban pada pedagang yang berjualan terlalu ke tengah atau kendaraan yang parkir seenaknya sehingga memenuhi bahu jalan. "Untuk parkir kami berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan," tegasnya. Kepala Dinas Perhubung-an Sumitro mengakui pihaknya belum bisa menyelesaikan persoalan parkir. "Kami akan segera memantau sampai saat ini belum ada laporan masalah parkir," tuturnya. (G16-52) |