| Kamis, 04 Oktober 2007 | NASIONAL |
Polisi Siaga, Penjahat Cari Celah
SOLO- Jajaran kepolisian di tingkat Jateng, DIY, dan Jatim telah menyiapkan keamanan khusus mengantisipasi tindak kejahatan selama arus mudik Lebaran. Mereka mendirikan sejumlah pos yang tersebar di sejumlah titik rawan dan di perbatasan. Untuk memantapkan langkah, mereka melakukan rapat koordinasi di Polwil Surakarta. Menghadapi pelaku kejahatan di jalan, menurut Kapolwil Surakarta Kombes Pol Yotje Mende, dipersiapkan personel khusus seperti sniper. Kejahatan bajing lonjat yang dimungkinkan beraksi dengan cara memasang perangkap di sejumlah titik rawan sudah diantispasi dengan cara melakukan patroli di jalan. Titik rawan bajing loncat biasanya di tempat sepi maupun di sejumlah perbatasan. Beberapa titik rawan tersebut, lanjut Yotje Mende, seperti di perbatasan antara Sragen-Ngawi, Ampel dan daerah perbatasan lainnya. Meski jajaran kepolisian menyatakan telah melakukan antisipasi tindak kejahatan, rupanya penjahat tetap berusaha mencari celah di saat pengamanan belum begitu ketat. Seorang penumpang KA Tawangjaya dari Jakarta menuju Semarang menjadi korban penjahat. Ketika kereta berhenti di Stasiun Jerakah, seorang pencopet beraksi dan menggondol uang Rp 4 juta milik Sukanti (40), warga Papringan, Kaliwungu, Kabupaten Kendal. Menurut korban, saat itu kereta berhenti sejenak di stasiun, karena akan melintas KA New Kaligung dari Stasiun Poncol menuju Stasiun Tegal. Saat tengah duduk dengan anak perempuanya, Rustini (25), tiba-tiba datang seorang laki-laki berperawakan sedang tinggi sekitar 160 cm dan berambut sedikit gondrong. Ketika mendekat, laki-laki itu melirik tas milik korban. Ketika KA New Kaligung berhenti dan KA Tawangjawa mulai berjalan pelan menuju Stasiun Tawang, pria itu menyikat tas yang dibawanya. Korban berteriak, namun karena kereta mulai berjalan orang-orang mengurungkan niat melakukan pengejaran. Pencopet terjun dari KA dan lari menuju areal tambak. ''Saya kehilangan uang Rp 4 juta. Uangnya sebenarnya untuk biaya nikah anak saya setelah Lebaran,'' ungkap korban. Sementara itu, meski masih H-10 menjelang Lebaran, belasan kendaraan pemudik terutama mobil pribadi sudah mulai memasuki Jateng. Itu bisa dilihat di pintu masuk perbatasan Jabar di Jembatan Sungai Cisanggarung, Rabu (3/10). Adapun jalur pantura dari arah Semarang-Jakarta dan sebaliknya masih dipadati kendaraan angkutan barang. Meski kendaraan pemudik masih lengang, Dirlantas Polda Jateng Kombes Gatta Chairuddin, mengimbau agar mereka tetap waspada dan hati-hati. Hal tersebut mengingat dalam kondisi seperti sekarang para pemudik akan bersimpangan atau sejalur dengan kendaraan angkutan barang yang jumlahnya jauh lebih banyak dan cukup membuat jalur menjadi padat sesaat. Dalam rapat koordinasi terpadu lintas menteri membahas persiapan Lebaran di Jakarta, Selasa (2/10), pemerintah menjanjikan kenyamanan masyarakat dalam menyambut Lebaran tahun ini. Selain perbaikan jalan telah selesai, pasokan bahan kebutuhan pokok dan bahan bakar dalam kondisi aman. Menteri PU Djoko Kirmanto menginformasikan bahwa perbaikan seluruh jalan dan jembatan, terutama di jalur pantai utara dan selatan Pulau Jawa, hampir selesai. Menhub Jusman Syafi'i Djamal memastikan, semua proyek tersebut ditargetkan selesai pada waktunya. Sementara itu, untuk mengantisipasi lonjakan penumpang mudik Lebaran, Stasiun Senen Jakarta, sejak H-7 atau 6 Oktober akan menambah lima jadwal pemberangkatan kereta. Penambahan tersebut adalah kereta bisnis Sawunggaling Lebaran ke arah Kutoarjo, kereta bisnis Senja Utama Lebaran ke arah Yogyakarta, dan dua kereta ekonomi Kertajaya ke Surabaya, dan satu kereta ekonomi Tawang Jaya ke Semarang. Menurut Kepala Stasiun Senen Barosad, setelah penambahan lima jadwal pemberangkatan, keseluruhan penumpang yang dapat terangkut sebanyak 17.500 penumpang. PT Kereta Api Daop IV Semarang juga menyiapkan kereta tambahan untuk mengantisipasi lonjakan penumpang KA pada arus balik. Kepala Stasiun Besar Tawang, Rahardi Suprapto memperkirakan, puncak arus balik akan terjadi pada 16, 17,18,19, dan 20 Oktober. "Untuk mengantisipasi melonjaknya penumpang saat arus balik nanti, kami telah menyiapkan satu rangkaian KA Kamandanu Lebaran yang terdiri atas 7 gerbong," ujarnya. (G11,D12,H21,A20,J21,J8-46,49,62) | ||||