| Kamis, 04 Oktober 2007 | NASIONAL |
Bachir-Kiemas Bertemu Bahas Koalisi
JAKARTA- Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional Soetrisno Bachir mengadakan silaturahmi politik dengan Ketua Dewan Pertimbangan Pusat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Taufik Kiemas untuk memperbincangkan prospek koalisi di antara kedua partai itu. Dalam pertemuan yang dilanjutkan dengan buka puasa bersama di Jakarta, Rabu, itu Soetrisno Bachir di antaranya didampingi Sekjen PAN Zulkifli Hasan dan Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) PAN Totok Daryanto. Sementara Taufik Kiemas didampingi Sekjen PDI-P Pramono Anung dan anggota FPDI-P Panda Nababan. "Tentunya kita bicara dalam konteks menjelang 2009," kata Bachir dalam konferensi pers bersama. Dia mengakui, sekarang ini misinya adalah menjaring dan mulai mewacanakan rekrutmen kepemimpinan nasional. Untuk itu partai berlambang matahari itu memandang waktu tersisa dua tahun ini justru sangat singkat bagi rakyat untuk menilai calon-calon pemimpinnya. PAN berharap dalam kurun dua tahun sebelum Pilpres 2009, rakyat sudah terbiasa dengan perbincangan soal kandidat dan bukan lagi membeli kucing dalam karung. "Jadi tidak cukup (kampanye) hanya dengan waktu tiga bulan. Kandidat hanya melambai-lambaikan tangan saja dan setelah itu langsung pilpres," ujar Bachir seraya menekankan perlunya dibudayakan debat publik dengan capres sebagaimana lazimnya di negara maju. Calon pimpinan nasional, katanya, juga jangan lagi terlahir dari kemasan-kemasan yang sengaja dibuat. Senada dengan Bachir, Taufik Kiemas mengatakan bahwa masa efektif pemerintahan sebenarnya tinggal tersisa enam bulan saja dan setelah itu konsentrasi pasti tercurah pada persiapan jelang 2009. Kerja Sama Dalam waktu yang singkat tersebut, Taufik Kiemas berpendapat, perlu kerja sama di antara kekuatan politik yang ada untuk menyelamatkan bangsa. "Kalau masing-masing berjalan sendiri, maka tidak akan selesai semua masalah. Yang paling penting sekarang adalah negeri ini selamat dulu dan setelah itu baru kita sepakati siapa kaptennya," ujarnya. Taufik Kiemas juga yakin Ketua Umum DPP PDI-P Megawati Soekarnoputri akan menang di Pilpres 2009 apabila partainya mampu menjalin koalisi dengan berbagai kekuatan politik yang eksis pada saat ini. "Saya yakin kalau koalisi kita menang Mas," kata Kiemas seraya melirik Soetrisno Bachir. Dia menegaskan, berbagai permasalahan bangsa tidak mungkin terselesaikan tanpa kerja sama di antara kekuatan politik yang ada. "Kita tidak mungkin selesaikan masalah kebangsaan sendirian, tapi bersama-sama," ujarnya. Sementara Pramono Anung mengatakan, PDI-P akan merasa lebih dekat jika PAN bersungguh-sungguh dengan pilihan politiknya sebagai oposisi pemerintah. "PDI-P sangat mengapresiasi sikap politik PAN yang memilih beroposisi pada pemerintah," katanya. Sementara itu menjelang konferensi pers tersebut usai, Ketua FPG DPR Priyo Budi Santoso bersama Idrus Marham tiba-tiba hadir dalam acara itu. Priyo menuturkan, dalam dua bulan ini dirinya sering terperanjat dengan ijtihat politik Soetrisno Bachir yang banyak bermanuver politik. Selain dengan suami mantan Presiden Megawati tersebut, beberapa waktu lalu Soetrisno Bachir juga telah mengadakan silaturahmi politik dengan Ketua Dewan Syuro PKB Gus Dur dan Ketua Umum PPP Suryadharma Ali. "Sekarang ini antara PDI-P, Golkar, dan PAN sudah banyak persamaannya. Tinggal saja siapa kaptennya yang belum sama," kata Taufik Kiemas. Soetrisno Bachir mengatakan, dengan adanya komunikasi antarpimpinan partai, maka pembicaraan soal koalisi selanjutnya akan lebih mudah. "Itu (koalisi politik diberbagai level) akan berkembang dengan sendirinya," katanya. (ant-46) |