| Kamis, 04 Oktober 2007 | EKONOMI |
Bisnis Parsel Bersaing Ketat di PasarSEMARANG-Sejak pertengahan bulan ramadan, pusat-pusat perbelanjaan di Semarang mulai ramai menjajakan parsel untuk bingkisan lebaran. Sejumlah toko, pasar swalayan sampai hypermarket berlomba berebut pasar dengan menjual parsel lewat berbagai paket khusus. Bali Swalayan menjadi salah satu toko yang gencar menawarkan parsel dengan beragam model kemasan berikut isi dan harganya. "Setiap tahun kami menyediakan parsel dalam jumlah besar dengan harga sesuai keinginan konsumen, sehingga sangat diminati," kata Budi Handoyo, pemilik dan pengelola Bali Swalayan di jalan Gajah Mada 93 Semarang. Dia mengakui, saat ini yang sedang diminati jenis parsel berisi barang-barang pecah belah, seperti tea set, dinner set, aksesoris dari keramik dan kristal bohemia. Budi menjelaskan, sistem penjualan parsel sekarang ada dua macam, yaitu sistem paket dan pesanan. "Kami menawarkan sistem pesanan barang, sesuai keinginan konsumen, dan lebih disukai," ujarnya. Mengantar Gratis Alasannya, harga lebih murah. Konsumen hanya dikenakan biaya jasa kemasan dan tempat parsel. Sementara di Swalayan Ada Majapahit juga berderet parsel yang dipajang dalam format menarik. Untuk memikat konsumen, pengelola memasang pengumuman ''gratis'' untuk pengantaran parsel di dalam kota Semarang. Pengumuman itu nampaknya cukup kuat untuk membujuk konsumen mau mengeluarkan koceknya. Sementara itu, Pasarraya Sri Ratu Pemuda juga menawarkan parsel lebaran dengan harga bervariasi minimal Rp 75.000. Menurut Esther Sarjono Bagian Promosi Group, selain dipasarkan di dalam counter swalayan, juga langsung dipasarkan keluar. Alasannya, persaingan bisnis ini sangat ketat, sehingga harus berani jemput bola. Sedangkan parsel di Bali Swalayan langsung menyebutkan rincian harganya, sehingga konsumen tahu harga barang berikut biaya jasa kemasan, termasuk harga bahan untuk mengemas. ''Kami ingin menjual parsel dengan fair agar konsumen merasa tidak dibohongi. Dengan penjualan parsel sistem ini, konsumen puas dengan pelayanan yang diberikan,'' kata Budi. Harga parsel di tokonya itu sangat bervariatif. Untuk parsel makanan yang digabung dengan barang pecah belah mulai dari puluhan ribu sampai ratusan ribu rupiah. Menurut dia, pelanggan yang membutuhkan parsel umumnya pesan isi dan bentuk kemasannya untuk bingkisan relasi. (B19-33) |