logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 03 Oktober 2007 PANTURA
Line

Perbaikan Jalur Pantura Sesuai Target

  • Menteri PU Pantau Jalur Mudik

SLAWI - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Djoko Kirmanto, kemarin, melakukan pemantauan jalur mudik Lebaran di jalur pantura, mulai wilayah Semarang hingga Kabupaten Tegal. Menurut menteri, mayoritas jalur pantura itu sudah empat lajur. Hanya antara Pekalongan ke barat saja yang masih tiga lajur. Itu pun dulunya hanya dua lajur saja.

"Memang, target saya tahun 2007 ini, melebarkan dari dua lajur menjadi tiga lajur dahulu. Barulah tahun depan dijadikan empat lajur," katanya. Dengan demikian, bisa digunakan pemudik, sehingga diperkirakan arus mudik tahun ini akan lebih lancar dibanding tahun sebelumnya.

Dia mengatakan, hal itu pasti belum bisa memenuhi keinginan semua orang. "Tetapi, saya secara obyektif dan rasional sudah cukup senang. Sebab, target kami adalah pada Lebaran semua pekerjaan bisa diberhentikan dulu," ungkapnya.

Dalam kontrak pekerjaan, kata dia, kegiatan itu selesainya tidak hari Lebaran, melainkan Desember mendatang. Dengan demikian, jangan dipaksakan maju tiga bulan.

Asal Lancar

"Yang penting fungsional. Jalannya secara fungsional berfungsi. Jangan sampai ada orang mau Lebaran, ada yang menggali-gali. Jangan sampai. Dan, itu sudah tercapai," ungkapnya.

Menteri mengatakan, apabila melihat kondisi jalan dari Semarang hingga Tegal, saat Lebaran orang tidak mungkin berjalan sampai 100 km/jam. Sebab, pengguna jalan penuh. Dengan kecepatan antara 30 km/jam-40 km/jam, asal lancar orang sudah senang. "Kalau dilihat orang hanya bisa berjalan antara 40-50 km/ jam. Dengan kondisi jalan seperti ini, maka sangat save," tuturnya.

Menyinggung pelayanan terhadap pemudik, dia mengatakan, kebahagiaan hakiki adalah bertemu dengan keluarga dan teman lama. "Nah, orang mudik itu seperti itu. Ternyata, itu lah kenikmatan hakiki."

Untuk itu, dia mengajak jajaran Bina Marga supaya bekerja siang malam guna memfasilitasi orang yang mau mendapatkan kenikmatan hakiki. "Itu pahalanya tinggi lo," ungkapnya.

Ditanya soal penyebab kerusakan jalan, dia mengatakan, bukan aspalnya yang jelek, jalannya juga tidak jelek.Tetapi, karena muatan kendaraan yang melintasinya terlalu overload. "Yang pasti karena kelebihan muatan, sehingga merusak jalan," tuturnya.

Sebanarnya, kata dia, dengan muatan besar itu tidak apa-apa. Asalkan, rodanya dibuat sesuai dengan rencana. Apabila muatan kendaraan itu mencapai dua puluh ton, sedangkan rodanya hanya depan dengan belakang, maka jalannya akan hancur.

Meskipun muatannya 40 ton diangkut dengan trailer yang rodanya banyak, tetap aman. "Jadi jangan dinilai berapa muatannya. Tetapi, berapa as yang dipasang. Semakin banyak as yang dipasang, semakin aman," ucapnya.(H3-17)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA