logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 03 Oktober 2007 OLAHRAGA
Line

Icuk: Peluang Rebut Piala Thomas 50 %

JAKARTA- Peluang Indonesia sekitar 50 persen untuk merebut Piala Thomas 2008 yang akan berlangsung di Jakarta. Perkiraan itu dikemukakan mantan juara dunia bulu tangkis Icuk Sugiarto, kemarin. Faktor tuan rumah menjadi aspek utama penopang harapan tim Merah Putih pada kejuaraan tersebut.

"Secara materi, Taufik Hidayat dkk memang lebih baik dibandingkan saat menjadi tuan rumah tiga tahun lalu. Sayangnya kita masih kurang dibanding juara bertahan China dalam aspek pemerataan kualitas permainan di setiap sektor," terang Icuk.

Menurutnya, acuan peluang yang bersandar pada kesuksesan pemain Indonesia di beberapa turnamen terakhir seperti Jepang Super Series dan Taiwan Open tidak tepat. Indonesia memang merebut tiga gelar pada kejuaraan di Taiwan.

Nyatanya tak semua lawan utama hadir di turnamen itu. China bahkan sama sekali tidak mengikutsertakan pemainnya. Fakta itu memudahkan Indonesia merebut beberapa titel kampiun.

Ganda

Ayah pebulu tangkis Tommy Sugiarto itu menilai, performa pemain Indonesia pada sektor ganda belum stabil. Mereka bahkan berada di bawah ganda China. Padahal sektor ini kerap menjadi penentu untuk menjadi juara di arena Thomas. Dia mencontohkan ganda terbaik Markis Kido/Hendra Setiawan belum mampu mengungguli ganda terbaik China, Fu Haifeng/Cai Yun.

Icuk menyebut dimasukkannya kembali pemain senior Candra Wijaya dan Sigit Budiarto dalam tim bayangan Piala Thomas sebagai ketidakmampuan pelatih menyiapkan pemain pelapis. Pelatih hanya mengutamakan pencapaian target, tapi gagal melihat lebih pentingnya pembinaan atlet.

Dia menganggap hal itu menjadi tren seluruh cabang olahraga di Indonesia. Hanya atlet dan nomor peraih medali saja yang diutamakan. Sebaliknya, atlet muda potensial tidak mendapat kesempatan. (D3-78)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA