| Rabu, 03 Oktober 2007 | OLAHRAGA |
Baru Dua Atlet Maraton Lolos PONSEMARANG- Hingga saat ini, baru dua atlet maraton yang lolos ke PON 2008 di Kaltim. Mereka adalah Trianingsih dari Jateng dan Yauza (Bangka Belitung). Kedua atlet tersebut melaju setelah melampaui limit prestasi yang ditentukan. Fakta itu cukup ironis mengingat banyak atlet nasional yang belum lolos pada nomor lari 42,195 km tersebut. Termasuk di antaranya peraih medali emas PON 2004 Veri Subnaviu dari NTT dan perebut emas SEA Games Vietnam 2004 Erni Ulatningsih (Jateng). "Trianingsih melaju sebagai juara Malang Maraton, sedangkan prestasi Yauza dicetak pada salah satu lomba di luar negeri. Kalau hasil yang diperlihatkan Yauza diakui PB PASI, berarti baru ada dua pelari yang lolos ke PON XVII," jelas Sekum PASI Jateng Husain Efendi, kemarin. PB PASI mematok limit pencapaian waktu 2 jam 32 menit untuk kelompok putra dan 3 jam untuk putri. Husain menyebut kemungkinan untuk menambah jumlah atlet yang bisa melampaui limit prestasi sangat tipis. Pasalnya, tak ada lagi maraton yang dilombakan di dalam negeri. Proklamathon, misalnya, yang biasa digelar di Jakarta bertepatan HUT Kemerdekaan RI sudah tak ada lagi. Begitu pula Wonogirithon di Wonogiri yang biasanya berlangsung bulan Desember. Dengan demikian, Malang Marathon yang berlangsung bulan Mei lalu menjadi satu-satunya ajang untuk babak kualifikasi PON. "Setelah melihat kondisi itu, PB PASI kemungkinan akan mengambil kebijaksanaan rangking. Jika minimal ada tiga atlet terbaik yang berasal dari dua daerah, sudah memenuhi persyaratan nomor maraton untuk dilombakan di mendatang," jelasnya. Andalan Husein menuturkan, PASI Jateng sudah meloloskan 20 atlet dari berbagai nomor. Jumlah itu disebutnya masih akan bertambah. Sebab, cabang olahraga yang biasa memperebutkan 42 set medali itu masih akan menggelar beberapa kualifikasi. Harapan Jateng pada cabang atletik di antaranya dari nomor tolak peluru putra. Provinsi ini memiliki dua atlet andalan, yakni Kanan dari Semarang dan Sodiq (Salatiga). Sayangnya, dua atlet yang pernah meraih gelar juara pada kejurnas tersebut belum bisa melampaui limit tolakan sejauh 13,50 meter. Padahal dalam latihan menjelang Kejurnas 2007 di Jakarta awal September, Kanan sudah mampu melakukan tolakan 14,20 meter. Namun, prestasi itu gagal diulanginya dalam kejurnas. "Pada nomor tolak peluru putra, baru satu atlet yang lolos. Kemungkinan besar juga akan dilakukan sistem rangking," tutur Husain. Atlet atletik putra Jateng yang sudah lolos antara lain mantan sprinter nasional Suryo Agung pada nomor lari 100 dan 200 meter, Mujianto serta Hariyanto (lari 3.000 meter halang rintang), dan Iswir serta Triman (lompat jangkit). Pada kelompok putri, Dwi Ratna dan Darminah lolos pada lempar cakram. (C16-78) |