| Rabu, 03 Oktober 2007 | OLAHRAGA |
Persis Kekurangan Rp 6 Miliar
SOLO -Problem berat mengadang Persis Solo dalam menggapai target menembus Superliga 2008. Tidak hanya harus memompa peringkat yang sementara berada di urutan sembilan klasemen sementara Grup II, tetapi juga harus bisa mencari jalan keluar dari masalah keuangan. Suntikan APBD Surakarta senilai Rp 10 miliar diperhitungkan tidak cukup untuk merampungkan kompetisi Liga Djarum Indonesia 2007 yang masih menyisakan delapan partai. Kekurangan yang harus ditutup diperkirakan sekitar Rp 6 miliar. ''Dulu pengajuannya kan Rp 16 miliar, dan disetujui Rp 10 miliar. Jadi kami kekurangan anggaran sekitar Rp 6 miliar,'' kata Manajer Waseso, kemarin. Belanja pemain pada awal kompetisi mencapai Rp 8,9 miliar. Nilai itu belum termasuk bergabungnya Ebi Sukore, Frank Seator dan Okwy Diamondstar, sebagai ganti tiga pemain asing yang dilepas, yakni Alvin Kie, Esteban Busto dan Leandro Naldoni Peduto. Bantuan Gubernur Biaya operasional untuk 34 kali pertandingan kandang dan tandang, tidak akan cukup jika hanya memanfaatkan sisa dana Rp 1,1 miliar. Ketua Umum FX Hadi Rudyatmo menyatakan akan mengetuk hati masyarakat Solo untuk peduli terhadap timnya. Bentuk partisipasinya dirumuskan setelah Wakil Wali Kota Surakarta itu menyelesaikan urusan pemerintahan di Jakarta. ''Kekurangan itu tak bisa diajukan ke APBD perubahan karena anggarannya tidak ada. Saya akan minta bantuan ke KONI dan Gubernur Jateng,'' tuturnya. Problem lain yang dihadapi ''Laskar Sambernyawa'' adalah belum kompletnya pemain yang berlatih. Frank Seator dan Ebi Sukore belum kunjung muncul dari izin kepulangannya, ditambah Greg Nwokolo yang tak terlihat di lapangan, sore kemarin. Hal itu tentu menyulitkan arsitek tim Edward Tjong dalam menyiapkan Persis menghadapi lanjutan kompetisi liga melawan Persekabpas Pasuruan pada 18 Oktober mendatang. Greg izin mengurus perpanjangan kartu izin tinggal sementara di Singapura. ''Greg izin hingga Jumat. Kalau Seator dan Ebi katanya tanggal 5 Oktober nanti baru dapat tiket pesawat. Sanksi keduanya terserah manajemen. Saya hanya berharap pemain segera komplet dalam latihan,'' ujarnya. (D11-22) |