logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 03 Oktober 2007 NASIONAL
Line

Berebut Tumpeng Malem Selikuran


SM/Yusuf Gunawan MALEM SELIKURAN :Arak-arakan prosesi hajad dalem Malem Selikuran melintas di Jalan Slamet Riyadi menuju Pendapa Joglo Sriwedari, Selasa (2/10).(30)

SOLO- Ratusan orang dan para abdi dalem di pendapa joglo Taman Sriwedari, tidak bisa menahan diri untuk saling berebut tumpeng sewu dalam acara Malem Selikuran yang digelar Keraton Surakarta, semalam.

Mereka berusaha mendapatkan makanan itu karena diyakini membawa berkah dan keselamatan. Acara rutin yang digelar keraton itu untuk memperingati turunnya wahyu Illahi atau Lailatul Qadar, tepat malem 21 bulan Pasa hitungan tahun Jawa.

Prosesi dimulai dari bangsal Sewayana, Setinggil Keraton Surakarta menuju pendapa joglo Taman Sriwedari.

Iring-iringan rombongan yang membawa ancak tantaka itu melewati Jalan Slamet Riyadi dengan menentang arah arus lalu lintas. Warga Solo pun berjajar di pinggir jalan menyaksikan prosesi itu.

Rombongan dari keraton dipimpin KRAT Ruchiyat Pusponegoro didampingi KRAT Cokro Prabowo, KRT Ir Sumardi Tirto Adinagoro Arst MM, dan KRT Sartono Reso Adinagoro SE.

Setiba di pendapa hajad dalem selikuran diserahkan kepada panitia, KRAT Budayaningrat didampingi KRT Purwo Hadipura dan KRT Hartono Wiryodiningrat.

Ancak itu berisi makanan dan dibawa para abdi dalem keraton, diterima petugas Dinas Pariwisata, Drs Said Romadlon didampingi dua pendamping. Ulama keraton KRT Pujodiningrat mendoakan upacara wilujengan itu diikuti sejumlah pejabat Pemkot dan kerabat serta abdi dalem.

Pada malam itu juga dibacakan sejarah asal mula adat wilujengan malem selikuran oleh Wakil Pengageng Sasana Wilapa Keraton Surakarta, KRAT Winarno Kusuma. (H46,sri-46)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA