| Rabu, 03 Oktober 2007 | NASIONAL |
Hati-hati di Jalan PanturaSEMARANG- Meski prasarana sudah diperbaiki, jalur pantai utara (pantura) Jawa Tengah tercatat masih rawan kecelakaan. Untuk itu para pemudik diminta berhati-hati. Berdasarkan data dan kejadian Polda Jateng, kecelakaan lebih banyak terjadi di jalur Brebes hingga Rembang (pantura) dibanding jalur tengah (Kedu) maupun Selatan (Cilacap). "Ada beberapa titik rawan macet di pantura. Biasanya, setelah melewati lokasi macet, jalurnya lancar. Pemudik pun memacu kendaraannya, lalu kecelakaan," kata Direktur Lalulintas Polda Jateng, Kombes Gatta Chairuddin di Mapolda, Jalan Pahlawan Semarang, Selasa (2/10). Karo Ops Polda Jateng Kombes Drs Sunardi mengungkapkan masalah kecelakaan lalu lintas, 2007 dibanding 2006 mengalami kenaikan hingga mencapai 74,40%, kecuali Polwil Pati justru menurun 6,27%. ''Dari 84 kecelakaan lalu-lintas, telah menelan korban tewas 51 orang. Karena itulah pengamanan dalam arus mudik dan balik sangat diperhatikan. Apalagi Polda Jateng masuk delapan polda yang menjadi sasaran prioritas pengamanan dalam arus mudik dan balik tahun ini. Mulai Polda Lampung, Metro Jaya, Jawa Barat, Banten, DIY, Jatim sampai Bali,'' kata Sunardi. Kondisi Jalan Selain itu, lanjut Gatta, kondisi jalan sangat memengaruhi kecelakaan. Misalnya, jalan lurus, penyempitan jalan, dan ada tidaknya marka. "Apalagi begitu memasuki wilayah Jateng, kondisi pemudik biasanya kelelahan. Mereka kurang konsentrasi dalam mengemudi, sehingga mengakibatkan kecelakaan," katanya. Dia meminta kepala satuan lalu lintas menjaga situasi. "Itu kalau dia benar-benar salah, karena tidak menjaga wilayahnya dengan baik dan sesuai peraturan," tegas Gatta. Dalam rapat koordinasi angkutan Lebaran, Selasa (2/10, Dephub meminta perhatian terhadap beberapa titik-titik rawan kemacetan, terutama di pantura.(D12,H21,dtc-77) |