logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 03 Oktober 2007 NASIONAL
Line

profil

Soal Capres 2009

Sutiyoso "Kampanye'', Mbah Maridjan Manggut-manggut


SM/Juli Nugroho SOWAN MBAH MARIDJAN: Sutiyoso sowan juru kunci Gunung Merapi Mbah Maridjan di rumahnya Kinahrejo, Sleman, Yogyakarta, Selasa (2/10).(30)

Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso Selasa (2/10) menyempatkan diri sowan kepada juru kunci Gunung Merapi Mbah Maridjan. Pertemuan sekaligus buka bersama itu penuh persaudaraan dan keakraban, berlangsung di Desa Kinahrejo, Cangkringan, Sleman.

KUNJUNGAN Sutiyoso ke kediaman Mbah Maridjan itu memang berkaitan dengan pencalonannya sebagai Presiden RI pada Pemilu 2009. Meski belum pernah bertemu, keduanya tampak akrab dan penuh dengan canda tawa.

Dalam pertemuan itu, keduanya membicarakan seputar posisi Sutiyoso yang mencalonkan diri sebagai presiden mendatang. Intinya, Sutiyoso minta doa restu agar dalam pencalonan menjadi presiden bisa berjalan lancar dan mendapat dukungan masyarakat.

Menanggapi itu Mbah Maridjan hanya bisa senyum dan menyambut baik. ''Kalau memang diridhoi Allah SWT, ya nanti yang memilih banyak,'' kata Mbah Maridjan.

Ditanya apakah bersedia menjadi juru kampanye, Mbah Maridjan menyatakan tidak bersedia. ''Saya ini wong cilik, wong ndeso, itu kan kerjaan orang-orang gede,'' kata Mbah Maridjan sambil mengangkat kedua tangannya.

Apakah Mbah Maridjan nanti juga ikut nyoblos, ''Nek nyoblos gih nyoblos, ning nek kulo didadoske juru kampenye mboten kemawon,'' kata Mbah Maridjan.

Mendengar jawaban tersebut, Sutiyoso hanya senyum-senyum saja. Namun Gubernur DKI Jakarta itu tampak senang dan bangga karena bisa bertemu langsung dengan pria itu. Dia bangga dan kagum atas kesetiaan Mbah Maridjan dalam mengabdi sebagai juru kunci Gunung Merapi.

Usai dialog, Mbah Maridjan dan Bang Yos melakukan shalat maghrib di Mushala dekat rumah juru kunci itu dan dilanjutkan buka puasa bersama. Kedua tokoh itu tidak merasa canggung saat makan bersama. Bang Yos sangat menikmati makanan dalam kardus. Mbah Maridjan pun berujar, "Ya ini makanan desa."

Juru kunci itu juga menceritakan tentang lukisan yang dipasang di dinding rumahnya. Katanya, semua itu merupakan gambar kenang-kenangan dari Keraton Ngayogyokarto Hadiningrat.

Usai buka bersama Bang Yos dan Mbah Maridjan bersama-sama naik panggung didampingi Mantan Ketua DPRD Jateng Soeprapto, sekaligus kakak kandung Sutiyoso.

Dalam dialog dengan bahasa Jawa, Bang Yos mengatakan, bila diberi kesempatan memimpin bangsa ini dirinya siap menyejahterakan masyarakat. Namun semua itu tergantung rakyat. ''Kalau selama ini kami hanya mengangkat kesejahteraan warga DKI, maka kalau diberi kesempatan menjalankan amanah sebagai presiden Insya Allah akan menyejahterakan rakyat Indonesia,'' kata dia.

Mendengar ''kampanye'' itu, Mbah Maridjan hanya tersenyum dan tepuk tangan sambil manggut-manggut. Sementara tamu udangan menyambut dengan teriakan ''Rosa, rosa, rosa''.

''Wah kulo nderek mawon, kulo niki namung tiyang alit,'' kata Mbah Maridjan. (Sugiarto-46)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA