| Rabu, 03 Oktober 2007 | MURIA |
Kuburan Dijaga 41 HariKUDUS- Sejak 29 September lalu kompleks pemakaman umum di Desa Kaliputu Kudus terlihat dijaga puluhan orang. Pasalnya, salah satu makam jenazah Enes Linawati (15), warga Mlati Lor RT 4 RW 4, Kecamatan Kota, yang meninggal 13 September diincar pencuri. Menurut ibu Enes, Iin Lestari (32), siswi kelas 1 SMK PGRI 1 Mejobo itu meninggal akibat sakit lambung dan diabetes. "Gejala sakitnya sejak masih di SMP, tapi tidak dirasakan. Sebelum meninggal sempat dirawat beberapa hari di RSU," ujarnya. Usaha pencurian kali pertama diketahui Sugeng Riyadi (39), ayah Enes pada hari ke tujuh pukul 02.30 setelah kematian putri tunggalnya itu (21/9). Saat itu Sugeng yang ditemani enam rekannya menunggu di dekat nisan. Entah kenapa keenam rekannya terserang kantuk, dan tinggal ia sendiri yang terjaga. Tiba-tiba ia melihat sesosok laki-laki berjalan merangkak menuju makam. Merasa masih terkejut ia tidak berani berbuat apa-apa. Iapun membangunkan salah seorang rekannya yang berasal dari pondok Kiai Basuri. Sosok laki-laki itu menurut Sugeng sudah berada di atas nisan dan siap menggali makam anaknya dengan tangan telanjang. Kontan, salah seorang rekannya menerkam laki-laki itu. Namun, dengan gesit sasaran menghindar dan meloncat-loncat ke arah pepohonan bambu lalu menghilang. Kejadian yang sama terulang pada hari ke-15. Sugeng sendiri mengaku menjaga makam karena menuruti saran dari rekan-rekannya. "Kebetulan puteri saya meninggal yang dalam hitungan Jawa sudah masuk Jumat Wage, pas dengan wetonnya. Saya dapat saran kalau perawan atau perjaka mati di hari itu harus dijaga selama 41 hari, karena rawan pencurian," terang Sugeng. Sampai saat ini banyak rekan dan warga sekitar yang membantu keluarga Sugeng menjaga makam anaknya. "Pokoknya sampai 41 hari saya sudah tekadkan niat. Kasihan kuburan anak saya kalau terus diganggu orang yang tidak bertanggung jawab," katanya.(son-19) |