logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 03 Oktober 2007 SEMARANG
Line

Penjualan Enting-enting Gepuk Meningkat 50 %

ENTING-enting gepuk merupakan salah satu makanan khas Kota Salatiga. Makanan yang terbuat dari bahan kacang tanah dan gula pasir tersebut, sudah lama menjadi oleh-oleh khas Salatiga yang banyak diminati masyarakat dari dalam maupun luar kota.

Salah satu contohnya adalah enting-enting gepuk cap Gedung dan Naga Bintang milik Dani Krismanto. Meskipun menghadapi persaingan dagang yang cukup ketat dengan produk lain yang sejenis, Dani yang mempunyai tempat usaha di Jalan Karang Kepoh II No 17 B Salatiga, tetap optimis bisa meningkatkan omzet penjualannya.

Dari penuturannya, usahanya tersebut mulai dirintis sejak tahun 1974 ketika dia masih berumur 15 tahun. ''Pengalaman membuat enting-enting ini saya peroleh ketika saya masih bekerja sebagai tukang bungkus di perusahaan enting-enting,'' terangnya.

Gula Merah

Dari pengalaman tersebut dia mencoba usaha sendiri dan mengembangkannya. Berkat ketekunan dan keuletannya, usahanya tersebut bisa berkembang dengan pesat. Bahkan semua alat produksi, sablon, dan kemasan ia rancang sendiri untuk memperlancar usahanya.

''Saya juga membuat terobosan membuat enting-enting dari bahan kacang, gula pasir, dan gula merah,'' ungkapnya.

Diakuinya, membuat enting-enting dengan bahan gula merah sangatlah sulit dan hanya dia seorang yang baru bisa. Dikatakannya, setiap hari dia bisa menghabiskan sekitar 70-80 kg kacang tanah dan 50 kg gula pasir dalam sekali masa produksi antara pukul 08.00 hingga pukul 15.30. Setiap harinya ia dibantu oleh 10 orang pekerja yang berasal dari lingkungan sekitar.

''Supaya terus diminati konsumen, dalam memproduksi kami sangat memperhatikan kualitas makanan,'' terangnya.

Dani menjelaskan, ada empat jenis produksi yang dihasilkan yaitu enting-enting kacang, wijen, gepuk, dan enting-enting gula merah. Harganya pun bervariasi antara Rp 14.000 hingga Rp 27.000.

Dalam sebulan, usahanya tersebut bisa meraup keuntungan sekitar Rp 2 juta lebih. Bahkan menjelang Lebaran, omzet penjualannya meningkat hingga 50 persen.

''Dari hasil usaha ini, saya bisa mencukupi kebutuhan keluarga dan menyekolahkan keempat anaknya hingga ke jenjang perguruan tinggi,'' ungkapnya. (Leonardo Agung B-16)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA