| Rabu, 03 Oktober 2007 | SEMARANG |
Renovasi Pasar Sapi Belum Ada Kejelasan
SALATIGA- Renovasi Pasar Sapi Rejosari yang telah didengung-dengungkan sejak tahun lalu, hingga kini belum ada kejelasan dari sisi investasi atau pendanaan pembangunannya. Sejumlah pemilik modal yang awalnya bersedia menginvestasikan dananya guna pembangunan pasar itu, belum juga mengambil keputusan. Ketua Komisi II (Ekonomi Keuangan) DPRD Sarwono SE didampingi Sekretaris Kustadi Danuri mengatakan, ada beberapa alternatif yang dilakukan untuk mendanai renovasi Pasar Sapi. Selain menunggu keputusan para investor dengan pemkot membuat kesepakatan, akan ditempuh pendanaan lainnya. ''Salah satu kemungkinan pendanaan dari Kementerian Perindustrian dan Perdagangan (Menperindag) guna pembangunan pasar. Informasi tersebut diperoleh dari pemkot,'' kata Sarwono, Selasa (2/10) siang. Menurutnya, saat melakukan pertemuan dengan Desperindag, Komisi II telah meminta kepada dinas itu untuk segera mengajukan proposal kepada Menperindag. Dan, diminta pula berkoordinasi dengan Dinas Pasar. Dari data yang diperoleh, kucuran dana untuk pembangunan pasar tersebut bisa mencapai Rp 6 miliar. ''Bentuk dan pemakaian dana tersebut hampir sama dengan dana dari Kementerian Koperasi dan UKM, untuk pembangunan Pasar Banyuputih,'' ujarnya. Dijelaskannya, untuk mengucurkan dana tersebut, Pemkot diminta mempersiapkan dana pendampingan, seperti beberapa proposal pembangunan sejenis yang telah dicairkan. Jika harus menunggu dana pendampingan, maka baru bisa dianggarkan pada APBD 2008 mendatang. Meski ada upaya mencari dana alternatif guna pembangunan pasar, Komisi II tetap berharap ada investor yang menangani renovasi Pasar Sapi Rejosari. ''Semua usulan ini kami sampaikan kepada pemkot, dan keputusannya pun di tangan pemkot,'' tambah Kustadi. Sebagaimana diketahui, renovasi Pasar Sapi telah ditawarkan Pemkot Salatiga saat acara Central Java Infrastructure Business Forum (CJIBF) di Solo tahun lalu. Perkiraan awal renovasi pasar tersebut akan memakan anggaran Rp 12 miliar. Renovasi dilakukan karena kondisi pasar memprihatinkan. Tradisional Renovasi pasar tetap akan menggunakan konsep seperti pasar yang ada sekarang ini, yakni sebagai pasar tradisional. Sejumlah pedagang yang tergabung dalam Persatuan Pedagang Pasar Rejosari (P3R) tidak keberatan renovasi dan justru mendukung rencana tersebut. Ada sekitar 300 pedagang dan meiliki kios yang selama ini melakukan usaha di Pasar Sapi Rejosari. Mereka akan mendapat prioritas mendapatkan los dan ruko baru setelah renovasi. Bagi sejumlah pedagang yang hingga kini belum memiliki izin diharapkan segera mengurusnya. Kepala Dinas Pasar Drs Tri Priyo Nugroho mengatakan, pihaknya masih menunggu keputusan investor yang tertarik membangun Pasar Sapi. (H2-16) |