logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 03 Oktober 2007 SEMARANG
Line

Sembilan Ibu Rumah Tangga Positif HIV

UNGARAN-Memprihatinkan, virus HIV/AIDS kini tidak saja menyerang mereka yang rawan terkena virus yang mematikan itu, namun juga telah mengenai ibu rumah tangga. Sebanyak sembilan orang ibu rumah tangga di Kabupaten Semarang dilaporkan positif terkena HIV/AIDS.

Hal tersebut diungkapkan Kabagsosial Setda Pemkab Semarang Drs Hendri A MM, di sela-sela rapat koordinasi dengan sejumlah instasi terkait yang dipimpin Kepala Bappeda, Ir Bambang Triwahono MM, belum lama ini.

Dijelaskan, jumlah pendirita HIV/AIDS yang tercatat kini sebanyak 33 orang, sebelas di antaranya merupakan penghuni LP Benteng Pendhem, Ambarawa. Adapun sisanya merupakan penghuni beberapa kompleks lokalisasi.

Jumlah tersebut tetap dengan hasil temuan beberapa waktu lalu.

Untuk menjaga etika, dan melindungi ibu rumah tangga yang terkena HIV tersebut, Hendri tidak menyebutkan almat dan indentitas jelas. Namun menurutnya, kesembilan ibu rumah tangga tersebut kini terus dipantau perkembangannya. ''Ya kami prihatin atas ditemukannya masalah ini'', tambahnya.

Mereka yang terkena virus HIV tersebut, selain penghuni lembaga pemasyarakatan, juga pekerja seks komersial dan ibu rumah tangga.

Khusus pekerja seks komersial, hasil pantauan beberapa pihak mereka yang terkena umumnya yang keberadaanya sulit dipantau.

''Umumnya, mereka yang terkena HIV tersebut, kurang memperhatikan kebersihan dan kesehatannya,'' tambah mantan Camat Ambarawa tersebut.

Untuk mencegah jumlah penderita lebih banyak lagi, Pemkab Semarang telah melakukan beberapa langkah pencegahan. Selain penyuluhan, kata Hendri, Dinas Kesehatan bersama LSM juga aktif melakukan penyuluhan di sejumlah lokalisasi.

Panti Pijat

Belum lama berselang, tim pencegahan HIV/AIDS, juga menemukan dua orang pramusada (pemijat) di panti pijat Bandungan yang kedapatan terkena virus HIV.

Mengenai kedua pekerja di panti pijat itu, Hendri telah mendapatkan datanya.

''Memang benar ada dua pekerja panti pijat yang terkena virus itu. Namun kini keduanya sudah tidak aktif lagi. Mereka sudah pulang ke desa masing masing,'' tegasnya

Pihaknya juga sudah melakukan koordinasi dengan dinas terkait tempat asal pekerja panti pijat tersebut tinggal. Hal ini perlu dilakukan agar kesehatannya tetap terus dapat dimonitor.

Adapun penghuni LP yang terkena HIV, menurut laporan, sudah terkena virus sejak berada di lembaga pemasyarakatan tempat asal mereka menjalani hukuman.

Mengenai ibu rumah tangga yang terserang HIV, Hendri tak bersedia menjelaskan.

''Kami lihat ibu-ibu tersebut orang baik-baik, sayang pada anak anaknya dan suaminya''.

Namun ada hal yang menjadi catatan, ibu-ibu tersebut ada yang tinggal berdekatan dengan kompleks lokalisasi. (C17-41)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA