logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 03 Oktober 2007 SEMARANG
Line

Polisi Temukan Sandal Jepit Tersangka

SELAMA hampir tiga jam, jenazah Maskuri (17) siswa kelas 10 SMK Bhineka Patebon, berada di kamar mayat RSUD Dr Soewondo Kendal. Namun, selama itu pula sanak-kerabat korban tidak datang untuk menbezuk.

Kondisi tersebut sedikit banyak menghambat kinerja penyidik Satreskrim Polres Kendal -khususnya terkait untuk meminta izin melakukan autopsi ke rumah sakit di Kota Semarang. Autopsi dilakukan guna mengetahui kejelasan tentang penyebab tewasnya korban.

Di saat menunggu itu, diputuskan untuk melakukan visum luar pada tubuh jenazah Maskuri. Begitu seorang petugas membuka baju seragam sekolah korban yang penuh darah tersebut, diketahui terdapat sejumlah luka tusuk pada dada dan punggung Maskuri.

''Sebelum membuka baju korban, kami tidak menyangka korban menderita sejumlah luka yang diduga akibat tusukan benda tajam mirip obeng ini. Tusukan di bagian dada kiri yang diperkirakan mengenai organ vital, diduga menjadi menjadi penyebab tewasnya korban,'' kata seorang penyidik satreskrim, kemarin.

Sandal Jepit

Korban diperkirakan telah tewas sekitar tiga jam, sebelum ditemukan di tepi Jl Islamic Centre. Pada saat itu korban masih mengenakan pakaian seragam sekolah. Sepasang sepatu yang dikenakan, terlepas dari kakinya. Sepatu itu berada lebih kurang 50 meter dari tubuh korban.

Tak jauh dari sepatu korban, petugas menemukan sepasang sandal jepit warna hijau muda. Diduga, sandal ini adalah milik tersangka pelaku pembunuhan yang tertinggal di lokasi. Petugas juga mengamankan barang bukti lain, seperti dompet korban yang berisi sejumlah uang tunai, STNK motor, dan KTP Maskuri.

Sementara sekitar pukul 14.30, seorang tetangga korban datang ke kamar mayat, didampingi seorang perangkat desa Ngampel Kulon, Afrozi (36). Dari keterangan dua orang tersebut pula diketahui bahwa sejak beberapa tahun terakhir, Maskuri tinggal bersama neneknya, Jumini (60) warga RT 2 RW 3 Desa Ngampel kulon.

Lelaki muda bertubuh bongsor dan berkulit hitam ini, tinggal bersama neneknya karena ayahnya sudah cukup lama menjalani hukuman penjara di lapas Kendal, sedangka ibunya merantau ke luar negeri menjadi TKW. (G15-16)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA