| Rabu, 03 Oktober 2007 | SEMARANG |
Santri Ngepreh Belajar Psikologi Terapan
DEMAK - Sekitar 40 santri Pondok Pesantren Hidayatul Quran, Ngepreh Desa Sayung Kecamatan Sayung, kemarin mengikuti pelatihan psikologi terapan. Latihan itu untuk membekali mereka agar memahami dan mendalami ilmu psikologi terapan untuk membantu penyembuhan pasien penyakit jiwa. Kegiatan yang diadakan atas kerja sama Ponpes tersebut dengan Lembaran Mas Murni (LMM), Unissula, Dinkesos Jateng dan Demak itu berlangsung selama lima hari sejak kemarin. Penyampaian materi teori digelar di aula kantor Kecamatan Sayung, sedang yang praktik di Ponpes Hidayatul Quran. Selama ini para santri di pesantren yang dipimpin Ustadz Fathoni Zen itu membantu kiainya dalam mengobati puluhan orang gila. Mereka membantu dengan pengetahuan dasar yang diberikan Fathoni Zen, yakni dengan dzikir dan pijat syaraf. Sandiman, dari LMM mengatakan, dengan tambahan ilmu psikologi terapan diharapkan mengasah kemampuan para santri dalam ikut membantu penyembuhan penderita sakit jiwa. Psikologi terapan diperlukan bukan hanya untuk memahami gejala dini penyebab sakit jiwa tetapi juga untuk melakukan pengobatan dengan pendekatan kejiwaan. Terapi Pijat Pesantren yag berdiri sejak tahun 1996 itu memiliki panti psikotik yang khusus menangani orang gila. Sebagian mereka adalah titipan dari keluargaya, titipan dinas sosial dan sebagian lainnya di ambil dari jalanan. Kini terdapat sekitar 170 pasien yang masih dalam proses penyembuhan.Sejak berdiri, sudah banyak pasien yang telah disembuhkan. Di antaranya mereka yang telah sembuh ada yang sebelumnya menjadi dokter, tentara dan sebagainya. Meski telah sembuh, mereka memilih nyantri di situ karena berbagai alasan. Di antaranya ada yang merasa malu pulang ke rumah, keluarga tidak menerima dan ada yang takut jika sakit jiwanya kambuh lagi. Ustadz Fathoni Zen menuturkan, dalam menyembuhkan pasien penderita kejiwaan, diawali dengan memandikan mereka di tengah malam. Saat memandikan, pasien dipegangi oleh sejumlah santri karena biasanya mereka akan menolak. Setelah tubuhnya basah, dilanjutkan dengan terapi pijat. Namun sebelumya dilakukan dzikir untuk membantu penyembuhan. (H1-16) |