| Rabu, 03 Oktober 2007 | SEMARANG |
Antre untuk Tukar Uang KecilSEMARANG- Tradisi pemberian uang kepada sanak saudara dan anak-anak saat Lebaran begitu kuat. Menjelang Lebaran, tempat-tempat penukaran uang kecil diserbu masyarakat. Mereka rela antre berlama-lama untuk mendapatkan pecahan uang yang diinginkan. Tidak hanya dari Semarang, mereka yang ikut antre ternyata banyak pula dari luar kota. Muhlisin, warga Mranggen Demak mengatakan, ia bersama saudaranya sengaja mengunjungi Kantor Bank Indonesia di Jl Imam Bardjo SH No 4 Semarang untuk menukar uang. Dengan membawa Rp 1 juta pecahan Rp 50.000, ia menginginkan uangnya ditukar dengan nilai pecahan yang lebih kecil, yakni Rp 5.000 dan Rp 10.000. Hal itu akan dipergunkan untuk berbagi kepada anak-anak dan keponakannya. ''Saya akhirnya memilih menukar di mobil penukaran uang yang terletak di depan kantor BI,'' katanya, Selasa (2/10). Selain Muhlisin, terdapat puluhan orang yang juga menunggu pelayanan penukaran uang tersebut. Tampak pula, petugas kepolisian berjaga-jaga mengamankan situasi untuk mencegah kemungkinan tindak kejahatan. Edi Nugroho, Kasir PT Trans Dana Profitri (perusahaan penukaran uang kecil/PPUK) mengatakan, setiap hari menjelang Lebaran, pihaknya menyiapkan dana sebanyak Rp 750 juta untuk melayani penukaran uang masyarakat. Di hari-hari normal terdapat peningkatan aktivitas penukaran yang signifikan, yakni hanya melayani penukaran uang sampai Rp 500 juta. Sekarang ini, banyak warga yang menukar uang yang biasanya didominasi perusahaan-perusahaan. Nilai uang paling banyak di cari adalah pecahan Rp 1.000, Rp 5.000, dan Rp 10.000. Peningkatan kegiatan penukaran uang ini terjadi sejak sepekan lalu. ''Di Semarang ada beberapa PPUK. Kami melayani secara bergantian di depan kantor BI menjelang Lebaran ini. Biasanya, kami melayani di pasar-pasar tradisional,'' katanya. (H22-56) |