logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 03 Oktober 2007 SEMARANG
Line

Mulut Mesti Dijaga dari Kata-kata Muspra

SEMARANG- Mulutmu, harimaumu. Peribahasa yang kini dipakai sebagai jargon iklan sebuah operator seluler itu, mengisyaratkan perlunya menjaga lisan. Sebab, segala perkataan yang terlanjur kita keluarkan apabila tidak dipikirkan dahulu, akan dapat merugikan diri sendiri.

Persoalan pentingnya menjaga mulut itu, mengemuka pada tarawih keliling (Tarling) di rumah dinas Wali Kota Jl Roro Jonggrang 1, Manyaran, Senin (1/10) malam. Malam itu, tarling dibarengkan dengan peringatan Nuzulul Quran.

Dalam tausiyahnya, KH Muhajir SPd dari Surakarta mengemukakan arti penting menjaga lisan. Dengan balutan humor segar, dia mengajak hadirin untuk tidak membiarkan mulut mengeluarkan kata-kata muspra, yang tidak bermanfaat. ''Perempuan pada zaman dulu, menjaga mulut dengan susuran. Karena mulutnya sibuk mengunyah tembakau, maka tak sempat lagi bergunjing, ngrasani orang lain,'' ujarnya.

Kontan, guyonan itu segera disambut dengan gelak tawa hadirin. Termasuk Wali Kota Sukawi Sutarip, Wakil Wali Kota Mahfudz Ali, Sekda Soemarmo HS, Muspida plus, serta para pejabat Pemkot. ''Kebiasaan nginang itu ternyata ada gunanya, yakni untuk menjaga mulut. Apa sekarang juga masih perlu susur, supaya kita bisa menjaga lisan,'' tuturnya.

KH Muhajir memaparkan, dari sekian banyak nikmat yang diberikan oleh Allah, jika disederhanakan hanya ada dua, yakni nikmat fitri dan nikmat ikhtiari. Nikmat fitri adalah nikmat yang diberikan oleh Allah tanpa meminta atau berusaha. Sementara, nikmat ikhtiari adalah nikmat yang diperoleh manusia dengan cara meminta atau berikhtiar.

Wali Kota dalam sambutannya mengungkapkan, arti penting kerja keras bagi semua pihak. Dikatakannya, para pejabat dan karyawan Pemkot Semarang, serta seluruh lapisan masyarakat harus mengedepankan kerja keras. (H9-56)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA