logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 03 Oktober 2007 SEMARANG
Line

Stok dan Harga Bahan Pokok Stabil

SEMARANG- Dua minggu menjelang Lebaran, harga dan pasokan bahan pokok di Kota Semarang relatif terkendali. Stok bahan pokok diperkirakan masih mencukupi untuk kebutuhan Lebaran.

Sementara, soal harga juga tidak terjadi lonjakan yang berarti. Demikian disampaikan YMT Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Semarang, Bambang Purnomo dalam jumpa pers, di Media Center Pemkot, Selasa (2/10).

Dikatakannya, pihaknya secara rutin melakukan pemantauan, khususnya untuk menjaga stabilitas harga menjelang Lebaran.

''Prinsipnya, kami ingin kenaikan harga yang terjadi di pasaran masih dalam kisaran wajar. Kenaikan itu diperkirakan tidak lebih dari 10%,'' kata Bambang.

Untuk menghindari lonjakan harga, konsumen diminta membeli bahan pokok sesuai kebutuhan. Konsumen diharapkan tidak panik dengan menimbun kebutuhan Lebaran.

''Soal peredaran kebutuhan pokok, produk-produk yang nyaris kadaluwarsa mendekati hari H Lebaran, kami tetap melakukan pengawasan intensif,'' tandasnya.

Dia menjamin, tidak ada penimbunan bahan pokok menjelang Lebaran 2007. Pihaknya melakukan pengawasan khusus peredaran bahan pokok di pasar tradisional sampai pasar modern. ''Kecil kemungkinan bagi pengusaha melakukan penimbunan. Sebab, penimbunan terhadap bahan pokok tertentu, seperti minyak goreng, tepung terigu, dan gula, cenderung akan merugikan pengusaha itu sendiri.''

Pasokan Aman

Bambang menjelaskan, data di Disperindag per 1 Oktober 2007 menunjukkan, cukup aman dan stabil. Gula pasir tersedia stok 330 ton. Jumlah tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan gula pasir warga Semarang yang rata-rata mengkonsumsi hanya 2,1 ton per bulan.

Stok minyak goreng ada 11.519 ton. Stok itu dipasok dari enam produsen yakni, Agro Tama Persada (4.000 ton), UD Sumatra Jaya (4,5 ton), UD Sumber Hidup (10 ton), Inti Putra Utama (5 ton), PT Best (4.000 ton), dan PT Wilmar (5.300 ton). Kondisi yang sama juga terlihat pada beras. Di Pasar Dargo, per hari tersedia 100 ton beras, di pasar tradisonal 5 ton per hari, sedangkan di gudang Dolog 48.831 ton.

''Situasi kemanan berkaitan kebutuhan bahan pokok masih cukup terkendali. Untuk beberapa kebutuhan pokok seperti gula pasir dan minyak goreng malah turun harga,'' jelas Bambang. (H9,H12-56)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA