| Rabu, 03 Oktober 2007 | SEMARANG |
Pemudik Padati Tanjung EmasSEMARANG- Aktivitas mudik mulai terasa di Pelabuhan Tanjung Emas pada H-10 Lebaran, Selasa (2/10). Ribuan penumpang yang sebagian besar pemudik datang dan pergi melalui pelabuhan itu. Dua kapal yakni KM Sinabung dan KM Binaiya berlabuh dengan membawa 1.658 penumpang. Selanjutnya kedua kapal tersebut kembali melanjutkan pelayaran. KM Sinabung yang datang dari Jakarta selanjutnya menuju Makasar dan Jayapura. Sedangkan KM Binaiya yang berangkat dari Sampit Kalimantan Tengah berlabuh pukul 10:40. Setelah menurunkan 1.512 penumpang, pukul 13:00 kapal itu bertolak ke Pelabuhan Kumai Kalimantan Tengah, membawa seribuan penumpang. Selain Semarang, para pemudik berasal dari berbagai daerah di Jawa Tengah, seperti Demak, Kendal, Grobogan, Solo, Salatiga, dan Banjarnegara. Mereka yang hendak menumpang kapal menunggu di ruang tunggu palabuhan. Sedangkan yang datang langsung meninggalkan kawasan pelabuhan menggunakan kendaraan carter, ojek, maupun berganti kendaraan melalui Terminal Terboyo. Para pemudik dari luar Jawa kebanyakan pekerja sektor informal. Mereka tidak terikat aturan waktu kerja perusahaan, sehingga bisa pulang kampung lebih awal. Satu di antaranya Edi (50), pemudik asal Banjarnegara. Dia yang lama merantau di Kalimantan menyempatkan pulang kampung untuk berebaran tahun ini. ''Sudah tiga tahun saya tidak mudik. Saya kangen sekali dengan saudara-saudara di kampung, sehingga berusaha bisa pulang,'' ujar lelaki yang bekerja sebagai tukang kayu itu. Diamankan Sementara itu, petugas melakukan pemeriksaan kepada para penumpang dan barang bawaannya, baik yang berangkat maupun tiba. Dari penumpang KM Binaiya, petugas mengamankan seorang penumpang yang kedapatan membawa senjata tajam. Turut diamankan penumpang yang membawa unggas peliharaan tanpa dilengkapi surat jalan. Unggas tersebut selanjutnya diperiksa oleh petugas karantina dari Departemen Pertanian. Tindakan itu untuk mengantisipasi penularan penyakit melalui hewan peliharaan, utamanya unggas. Kapolsek Kesatuan Pelaksana Pengamanan Pelabuhan (KP3), AKP Ferry Y Sitepu mengatakan, pihaknya akan terus meningkatkan pengamanan arus mudik selama lebaran. ''Arus keberangkatan dan kedatangan penumpang akan terus dipantau petugas. Razia ataupun operasi akan dilakukan secara berkala, yaitu meliputi identitas dan barang bawaan penumpang,'' kata dia. Selain itu, lanjut Ferry, pihaknya juga akan menertibkan parkir mobil pengantar dan penjemput ataupun kendaraan umum yang melanggar peraturan di Kawasan Pelabuhan Tanjung Emas. Untuk melayani pemudik, PT Persero Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III bekerja sama dengan Adpel, KP3, serta unsur-unsur serta instansi terkait membuat posko terpadu. Posko tersebut sudah mulai berfungsi sejak Senin (1/10) lalu. (H6,H40-18) |