logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 03 Oktober 2007 KEDU & DIY
Line

Bronkos Demo Tolak Program Konversi Minyak Tanah

YOGYAKARTA - Puluhan orang dari Barisan Rakyat Tolak Konversi Minyak ke Gas (Bronkos) menolak rencana pemerintah mengganti minyak tanah dengan gas. Mereka berunjuk rasa menyampaikan penolakan tersebut di perempatan Kantor Pos Besar Yogyakarta, Selasa (2/10).

Sebelum memusatkan aksi di sana, mereka berjalan kaki sepanjang Jl Malioboro dan meneriakkan yel-yel menolak konversi. Dodo Putra Abasya, salah seorang peserta aksi menegaskan, program konversi merupakan cara tersembunyi pemerintah melepaskan tanggung jawab memberikan subsidi kepada rakyat.

''Seolah-olah pemerintah berbuat baik dengan membagikan kompor gas serta perlengkapannya kepada masyarakat, padahal sesungguhnya ini penghilangan subsidi minyak tanah,'' tandasnya disambut teriakan dan yel-yel massa.

Berpikir Ulang

Dia mengungkapkan, minyak tanah adalah energi yang selama ini menjadi penentu kehidupan masyarakat. Penghentian pasokan minyak tanah jelas akan membuat rakyat sengsara. Keluarga miskin tentu berpikir ulang untuk membeli gas karena harganya jauh di atas minyak tanah.

Alasan pemerintah, konversi tersebut untuk menghemat pengeluaran negara sebesar Rp 32,5 triliun/tahun. Namun sesungguhnya hal itu menyengsarakan rakyat. Pemerintah, jelasnya, tidak pernah berpikir subsidi minyak tanah merupakan cara terbaik membantu masyarakat. Terlebih lagi mekanisme pemberian bantuan selama ini tidak pernah akurat, contohnya saja pada dana rekonstruksi bencana gempa.

''Kami menolak program konversi karena hanya akan menyengsarakan dan mengakibatkan kelangkaan minyak tanah, situasi akan menjadi tak terkendali,'' tegas Dodo. Dia meminta masyarakat menolak program tersebut dan mendesak pemerintah untuk membatalkannya. (D19-70)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA