| Rabu, 03 Oktober 2007 | EKONOMI |
Pasar Rakyat Tekan Harga Bahan PokokSEMARANG-Dinas Pelayanan Koperasi dan UKM Jateng berupaya agar harga bahan pokok menjelang lebaran bisa dijangkau masyarakat. Melalui dana dekonsentrasi DIPA APBN Kementerian Koperasi dan UKM 2007 yang diluncurkan lewat Pemprov Jateng mendapatkan anggaran Rp 100 juta untuk mengadakan pasar rakyat. Kepala Dinas Pelayanan Koperasi dan UKM Sriyadhi menyatakan, menjadi kelaziman menjelang lebaran atau hari besar keagamaan lain, harga bahan pokok merangkak naik. Sesuai instruksi Gubernur Ali Mufiz, instansi terkait perlu melakukan intervensi harga guna menekan kenaikan harga tidak lebih dari 15 %. Langkah yang diambil berupa operasi pasar atau mengadakan pasar murah. "Pasar murah yang digelar, meliputi pangan dan sandang yang harganya di bawah pasar," kata dia usai pembukaan Pasar Rakyat di halaman kantor Gubernur Jateng, Selasa (2/10). Kegiatan dibuka Gubernur Ali Mufiz yang diwakili Asisten Kesejahteraan Rakyat Prof Dr Ir Budi Prayitno. Turut hadir Ketua Tim Penggerak PKK Jateng Hj Zaimatun Azam Ali Mufiz. Budi menyatakan, sampai sekarang persediaan pangan di Jateng cukup aman sampai akhir tahun nanti. Jumlah persediaan itu sudah termasuk bila ada lonjakan permintaan, seperti saat lebaran, natal dan tahun baru. Pemprov akan terus memantau persediaan pangan di tiap daerah. Pasalnya kurangnya persediaan pangan berpengaruh pada stabilitas harga. Usai pembukaan, warga masyarakat langsung menyerbu gerai pembagian sembako. Larisnya bahan pokok itu karena murah dengan harga tebus sembako bersubsidi Rp 35.000 berisi 5 kg beras, 2 kg gula pasir dan 2 liter minyak goreng. (H37-33) |