| Rabu, 03 Oktober 2007 | EKONOMI |
AMRO Garap UKMSEMARANG-Pembiayaan sektor usaha kecil dan menengah (UKM) kini mulai dilirik ABN AMRO sebagai strategi bisnis yang dinilai mampu menggerakkan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Ditargetkan hingga 2008 nanti, akan dikucurkan pinjaman hingga Rp 1,5 triliun. Angka itu tumbuh lima kali lipat dari Rp 300 miliar kredit UKM yang telah disalurkan hingga saat ini. Country Head of Business Banking ABN AMRO Indonesia Madi D Lazuardi dalam jumpa persnya di Hotel Novotel, Selasa (2/10) mengatakan, banyak UKM terganjal berbagai persyaratan pinjaman ke bank, karena tidak punya jaminan atau dokumen usaha yang disyaratkan. "Kami menawarkan fasilitas kredit Flexi BL tanpa jaminan dengan tenor fleksibel dan angsuran tetap, serta WoCa yang merupakan kredit usaha dengan jaminan untuk pembiayaan modal kerja," jelas Madi didampingi Head of Consumer Business Banking Sendjaya Agus Hakim. Fokus pemberian kredit usaha andalan bagi UKM mulai dari Rp 100 juta hingga Rp 60 miliar ini, diharapkan memberi kemudahan pengusaha kecil dan menengah untuk mendapatkan fasilitas pinjaman yang aman dan fleksibel. (J14-33) |