logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 03 Oktober 2007 BANYUMAS
Line

JALUR SELATAN

Tinjau Ulang Sumur Artesis

BANJARNEGARA- Pembuatan sumur artesis oleh Dinas Pertanian Banjarnegara mendapat perhatian serius dari Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), Sutedjo Slamet Utomo. Dia meminta agar pembangunan sumur itu ditinjau ulang.

Permintaan ini dilontarkannya, menyusul kekhawatiran sejumlah petani di Desa Purwareja, Kecamatan Purworejo Klampok, belum lama ini. Mereka khawatir sumur artesis itu menyebabkan sumur dangkal milik petani terkena dampaknya.

''Pembuatan sumur artesis perlu ditinjau ulang, karena bisa menyedot sumur di daerah sekitar, sehingga masyarakat sekitar tidak akan bergejolak,'' kata dia, saat ditemui Suara Merdeka di ruang kerjanya.

Menurutnya, jangan sampai pembangunan sumur artesis dengan menggunakan uang rakyat ini nantinya mangkrak seperti yang terjadi pada dua sarana peralatan pengeringan padi di Gumiwang.(J3-74)

Debit Air Dikhawatirkan Turun

PURBALINGGAñAkibat kebakaran hutan di lereng Gunung Slamet beberapa waktu lalu dengan luasan lahan yang terbakar mencapai 87 hektare, dikhawatirkan debit air PDAM yang selama ini menggunakan sumber air dari bagian atas mengalami penurunan.

Menurut Direktur PDAM, Hardi Wibowo, sebelum terjadinya kebakaran tersebut debit air masih mencukupi. Namun, dengan terjadinya itu dikhawatirkan akan mengurangi pasokan. "Akibat terbakarnya Gunung Slamet pada beberapa waktu lalu, secara tidak langsung akan memengaruhi kondisi sumber mata air dan debit air yang selama ini mensuplai kebutuhan air," katanya belum lama ini.

Menurutnya, kondisi ini sangat mengkhawatirkan mengingat daerah yang terbakar merupakan kawasan tangkapan air yang menjadi sumber air untuk masyarakat Purbalingga. Dengan adanya kejadian ini, kemungkinan ketersediaan air menjadi berkurang.(wan-29)

Konflik Diputus Besok

CILACAP - Majelis hakim Pengadilan Tinggi (PT) Jawa Tengah, Kamis (4/10) besok akan mengeluarkan putusan, perihal sengketa hukum peserta Pilkada Cilacap Sitti Fatimah-Sayidi dan KPUD Cilacap.

Dengan keluarnya putusan ini, maka silang pendapat antara Komisi Pemilihan Umum (KPU) Cilacap dengan kubu Fatimah-Sayidi akan berakhir.

Sidang pada Rabu (2/10) kemarin dilaksanakan singkat. Agenda sidang kemarin hanya penyerahan kelengkapan bukti surat dari KPU. Sidang hanya berlangsung beberapa menit saja.

''Sidang kemarin beragendakan tunggal yaitu menyerahkan kelengkapan bukti surat dari KPU. Besok (hari ini-red) sidang juga beragendakan tunggal yaitu pembacaan kesimpulan persidangan yang telah dilakukan sejak beberapa hari terakhir,'' kata kuasa Hukum KPU Cilacap, Guyup Bekti Basuki.(G21-74)

Pemudik Tingkatkan Ekonomi

MAJENANG- Selain menimbulkan kemacetan di jalan raya, para pemudik ternyata juga mampu menggairahkan roda perekonomian di tempat tujuan mereka.

''Sebagian besar para pemudik pasti membawa uang untuk dibelanjakan di daerah asalnya," Camat Cipari Rumbarwoto, kemarin.

Mereka biasanya membeli baju, sembako, atau oleh-oleh dari daerah asal untuk dibawa ke perantauan. Hal ini membuat perputaran roda perekonomian di daerah tersebut semakin meningkat.

Rumbarwoto sangat merasakan efek mudik ini, karena dari sekitar 54.000 jiwa penduduknya, 20 % di antaranya merantau. Sebagian besar, yakni sebesar 15 % merantau ke Jakarta sedangkan 5 % sisanya pergi ke kota besar lain.

Peningkatan ini dapat dilihat dari semakin ramainya pasar, stasiun, terminal, dan lokasi wisata yang merupakan tempat berkumpulnya masyarakat untuk bertransaksi.(J11-74)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA