| Rabu, 03 Oktober 2007 | BANYUMAS |
Pemilihan Pesona Busana Muslim 2007Model Binaan Agensi MendominasiMEMASUKI tahun kelima "Pemilihan Pesona Busana Muslim 2007" diselipi pergelaran "Sensasi Model 2007". Digelar di RM Ciptarasa Purwokerto, hari Minggu lalu, 50-an model dari eks Karesidenan Banyumas ditambah Kebumen bersaing memperebutkan gelar terbaik. Sebelumnya kompetisi itu diikuti oleh banyak model bebas, sebutan untuk para model yang tidak belajar di agensi modeling. Mereka belajar secara autodidak dan mendesain busana tanpa merujuk pada desainer tertentu. Namun kini kemerebakan agensi modeling membuat makin jarang model dari awam. Juara dalam berbagai kompetisi lantas biasa diraih model didikan agensi. Enny Susilowati, pemilik agensi Enny Modelling (Purbalingga) mengungkapkan pengikutsertaan "Sensasi Model" untuk memperluas cakupan. "Pemilihan busana muslim terus digelar supaya mendorong kreativitas desainer dalam menciptakan fashion yang up to date dan tidak berkesan gaya lama," ungkapnya, kemarin. Berlebaran Apalagi setiap menjelang Lebaran masyarakat, terutama kelas menengah ke atas yang sudah melek mode mencari referensi berlebaran yang penuh gaya. "Ajang itu sekaligus untuk memberi wawasan tentang gaya busana muslim terbaru," jelasnya.Kompetisi dibagi menjadi kategori A ( usia 3-9 tahun), B (10-16 tahun), dan C (16 tahun ke atas). Seluruh pemenang model binaan agensi. Anton Gamosa Modeling Purwokerto membabat habis gelar "Sensasi Model" lewat Kiki (Kategori A), Dewi (Kategori B), dan Dedi (Kategori C). Untuk busana muslim diraih Natasya dari Enny Modeling (Kategori A), Farah dari Vetri Modeling Purwokerto (Kategori B), dan Krista dari Jasmine Modeling (Kategori C). Menurut Anton Gamosa, dunia modeling makin lama kian marak. Sekarang sudah tidak lagi perlu khawatir soal regenerasi. Dari segi perbandingan gender, model pria terus tumbuh meski baru sekitar 20%. "Saat ini ibu-ibu mendukung putrinya mengikuti kegiatan modeling agar makin percaya diri," ungkapnya.(Sigit Harsanto-27) |