| Rabu, 03 Oktober 2007 | BANYUMAS |
Pelajar SMA Mencoba Bobol ATM Bank BRIPURWOKERTO- Sugeng Winahyo (17), pelajar sebuah SMA di Banyumas, Selasa (2/10) harus berurusan dengan polisi karena berusaha membobol ATM BRI di Jl Sudirman 147 Purwokerto. Warga Desa Karangduren, Sokaraja, Banyumas tersebut, malam pukul 02:45 itu tertangkap basah oleh Sigit Wahyudi (25), penjaga malam bank tersebut. Usai makan sahur pukul 02:30, Sigit melihat seorang lelaki masuk ke ruang ATM, yang menyatu dengan kantor unit. Semula dia tak curiga, karena mengira orang tersebut adalah nasabah. Kecurigaannya baru muncul, ketika di dalam ruangan ATM terdengar suara seperti orang memukul benda keras. "Orang di ruang ATM kemudian keluar, tapi saya lihat dia hanya mematikan listrik dari meteran sehingga kantor dan ruang ATM gelap. Setelah itu orang tadi masuk lagi ke ruang ATM dan terdengar suara memukuli sesuatu di ruang ATM," jelas Sigit. Sigit pun kemudian keluar ruangan jaga dan menghidupkan lampu lagi. Dibantu beberapa warga yang melalui tempat itu, dia kemudian menyergap tersangka. Polres Banyumas yang memperoleh laporan, kemudian membawa tersangka ke kantor polisi. Polisi juga mengamankan barang bukti berupa linggis, martil, satu set obeng, tas punggung, dan sepeda motor Honda Supra X 125 R-6784-TH. Pengembangan Kapolres Banyumas AKBP Suherman melalui Kasat Reskrim AKP Widada mengatakan, saat itu tersangka belum bisa membongkar mesin ATM. Widada menduga, tersangka sebelumnya pernah melakukan perbuatan serupa. Sebab beberapa bulan lalu, sebuah ATM di Jl HR Boenyamin juga nyaris dibobol orang. "Tersangka sedang dalam pemeriksaan untuk pengembangan. Dia bahkan sudah dikeler ke lokasi lain yang pernah terjadi percobaan pencurian. Tetapi tersangka selalu mengelak dan mengaku baru sekali melakukannya di ATM BRI Unit Sudirman," jelasnya. Tersangka yang merupakan pelajar kelas dua SMA itu, di depan penyidik berulang kali bersumpah kalau baru sekali akan membobol ATM. Tapi ia mengaku pencurian di ATM itu telah direncanakan. Untuk melakukan aksinya dari rumah dia telah menyiapkan linggis yang salah satu ujungnya ada catutnya, martil dan satu set obeng. Alat-alat itu dibawa dengan tas punggung. Saat beraksi, alat yang sudah digunakan berupa linggis dan martil untuk memukul pintu ATM. Salah satu pintu sudah berhasil dibongkar. Tapi brankasnya belum sampai terbongkar karena sudah keburu ditangkap.(G23-74) |