logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 02 Oktober 2007 SALA
Line

Rusunawa Hadir, Kawasan Kumuh Menurun

SOLO-Menteri Pekerjaan Umum (PU) Joko Kirmanto mengemukakan, pemerintah berupaya keras untuk menangani program dan kegiatan yang ditujukan untuk kepentingan masyarakat berpenghasilan rendah, khususnya meningkatkan kualitas permukiman di kawasan kumuh perkotaan. Program yang dilaksanakan pemerintah antara lain melalui pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa).

Pembangunan rusunawa, kata dia, selain bermanfaat untuk meningkatkan kualitas hunian juga bermanfaat untuk memberikan keamanan terhadap bencana dan mengurangi tingkat kriminalitas di perkotaan.

Rusunawa juga merupakan solusi bagi penciptaan lingkungan hidup yang aman dari kepastian bermukim maupun keamanan bagi bencana alam khususnya banjir maupun gempa bumi, lewat bangunan yang telah distandarisasi.

''Langkah ini juga sebagai upaya memberikan kepastian hukum dalam menghuni bagi masyarakat,'' kata dia, ketika memberi sambutan pada puncak Peringatan Nasional Hari Habitan Dunia tahun 2007 yang dipusatkan di Solo, kemarin.

Dalam peringatan itu, hadir pula Menteri Perumahan Rakyat (Menpera) Yusuf Asy'ari dan Gubernur Jateng Ali Mufiz serta para bupati/wali kota yang diundang.

Rusun Diresmikan

Puncak peringatan itu juga ditandai dengan peresmian rehab rumah tidak layak huni di Kampung Totogan, Kelurahan Ketelan, Kecamatan Banjarsari dan penyerahan sertifikat gratis pada warga setempat oleh Menpera Yusuf Asy'ari serta peresmian sekaligus penyerahan Rusunawa Begalon II oleh Menteri PU Djoko Kirmanto.

Dalam kesempatan itu, Menteri juga menyampaikan sejumlah bantuan program sanimas (sanitasi masyarakat) kepada sejumlah bupati dan wali kota. Dipilihnya Solo sebagai tuan rumah peringatan Hari Habitat karena kota tersebut dinilai berhasil dalam kegiatan pembangunan permukiman dan perkotaan.

Antara lain, penanganan PKL yang tidak mendiskriminasikan pendatang, revitalisasi pasar tradisional, program sertifikasi tanah gratis, dan pembangunan city walk.

Joko Kirmanto melanjutkan, selain pembangunan rusunawa, pemerintah juga menangani permukiman kumuh melalui program KIP, kegiatan peremajaan kota atau urban renewal, juga program lainnya seperti P2KP (program penanggulangan kemiskinan perkotaan) yang berbasis pada pemberdayaan masyarakat.

''Semuanya ditujukan untuk mereduksi keberadaan lingkungan permukiman kumuh di perkotaan,'' tandasnya. (G8-67)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA