| Selasa, 02 Oktober 2007 | PANTURA |
Dikhawatirkan, Kendaraan Pemudik Disusupi NarkotikTEGAL - Ketua Gerakan Antinarkotika dan Obat Terlarang (Granat) Tegal, Eddhie Praptono SH MH kemarin menegaskan, polisi perlu mewaspadai kendaraan pemudik. Sebab berdasarkan informasi dari Granat Pusat yang diterima Eddhie kemarin, ternyata kampung-kampung di Kota Tegal, Kabupaten Tegal dan Kabupaten Brebes dijadikan sasaran penyebaran narkotika. Adapun pendistribusian tablet narkotik dan ganja itu diduga disusupkan melalui kendaraan pemudik. ''Pengirim biasaya menitip bungkusan untuk disampaikan ke saudaranya di kampung,'' ucapnya. Pemudik biasanya bersedia dititipi barang haram itu karena tidak mengetahui isinya. Waspadai Jalur Tikus Sedangkan penitip biasanya lebih suka menitipkan barang lewat pengemudi mobil daripada sepeda motor. Karenanya, kata Eddhie yang juga pengacara itu, polisi hendakya mewaspadai iring-iringan mobil (populer disebut jalur tikus-Red) atau motor (jalur semut-Red). Menurut dia, pengedar narkotika memanfaatkan kesibukan arus mudik karena di saat itu polisi biasanya enggan menyetop atau merazia kendaraan. Alasannya, kata dia, pada saat itu jalan menjadi ramai dan padat kendaraan, sehinga kalau diadakan razia akan menyebabkan kemacetan. ''Kelengahan situasional ini dianggap menguntungkan pihak pengedar dari Jakarta,'' katanya. Menurut dosen Fakultas Hukum Universitas Pancasakti itu, meski baru sebatas informasi, namun Granat akan berupaya mengadakan langkah antisipasi peredaran narkotika di kampung-kampung, dengan cara menyiapkan satgas.(aj-17) |