logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 02 Oktober 2007 PANTURA
Line

ATCS Diuji Coba

  • Antisipasi Kemacetan Arus Mudik

TEGAL - Pengoperasian Area Traffic Control System (ATCS) yang dipasang di sepanjang jalur pantura Kota Tegal, Senin (1/10), diuji coba dari ruang kontrol di Sekretariat Korpri, kompleks Pendapa Ki Gede Sebayu.

Uji coba dilakukan langsung Kepala Dinas Perhubungan Pariwisata Seni dan Budaya (Dishubparsenbud), Sumito SIP dan Kasat Lantas Polresta Tegal AKP I Ketut Sudana. Sumito di sela-sela uji coba menjelaskan, ATCS berfungsi mengantisipasi kemacetan lalu lintas, terutama saat arus mudik dan balik Lebaran. Selain itu, juga digunakan untuk menghitung secara rinci jumlah kendaraan yang lewat di jalur pantura Kota Tegal.

Alat tersebut dipasang di enam titik yang dinilai paling rawan kemacetan dan kecelakaan, yakni perempatan Pacifik Mal, pertigaan Pramesti, pertigaan Mulya Dana, perempatan Pasar Sore, perempatan Gudang Garam dan pertigaan Tempa.

Namun, dari jumlah itu yang dilengkapi alat Closed Circuit Television (CCTV) dan diujicobakan baru empat titik. Yakni, Pasar Sore, perempatan Pacifik, pertigaan Tempa dan pertigaan Pramesti. "Yang jelas, dengan adanya ATCS kepadatan lalu lintas yang terjadi di jalur pantura dapat dimonitoring dan diurai dengan pengaturan lampu traffic light," katanya.

Menurut dia, dari hasil uji coba ternyata ditemukan beberapa kekurangan. Di antaranya, jarak pandang kamera pemantau yang seharusnya mencapai 500 meter terhalang pohon dan reklame. "Untuk itu, kami akan segera berkoordinasi dengan dinas terkait. Sebab, jarak jangkau kurang maksimal untuk memantau arus lalu lintas," ujarnya.

Pada H-7

Dia mengungkapkan, selain mengantisipasi kemacetan, piranti ATCS dilengkapi real time counting lajur detektor untuk mencatat jumlah kendaraan yang melintas di jalur tersebut. Dengan demikian, selama Lebaran bisa diketahui jumlah total kendaraan pemudik maupun balik yang lewat jalur pantura. "ATCS mulai kami fungsikan pada H-7," ungkapnya.

Kasat Lantas AKP I Ketut Sudana mengatakan, dengan adanya ATCS sangat membantu dalam memperlancar arus lalu lintas saat arus mudik dan balik. Meskipun demikian, uji coba perlu dilakukan secara spesifik agar bisa maksimal. Sebab, kondisi di lapangan saat arus mudik bisa berubah-ubah.

Karena itu, selain bantuan alat tersebut pihaknya juga menerjunkan personel di sejumlah titik rawan kemacetan dan kecelakaan serta akan memasang bamboo cone. "Untuk penerapan sistem buka tutup mungkin hanya diterapkan ketika terjadi penumpukan kendaraan," ucapnya.(H17-17)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA