| Selasa, 02 Oktober 2007 | OLAHRAGA |
Klose-Toni Paling TajamBERLIN - Lukas Podolski atau Jan Schlaudraff agaknya sulit untuk mendapat tempat utama di lini depan Bayern Munich. Pasalnya, barisan penyerang klub Bavaria itu sudah dikuasai duet Miroslav Klose dan Luca Toni (Kloni). Kloni adalah julukan yang diberikan tabloid-tabloid Jerman. Kiprahnya di awal musim ini begitu menggoda publik Liga Jerman (Bundesliga). Duet tersebut sejauh ini paling tajam. Keduanya masuk Allianz Arena secara bersamaan. Klose dibeli dari klub lokal Werder Bremen, sedangkan Toni digaet dari Fiorentina. Nilai duet baru itu mencapai 70 juta euro. Kloni menjadi tombak kembar yang sangat menakutkan. Klose sudah mengemas delapan gol. Sementara Toni baru membidik enam gol. Total 14 gol dari kaki dan kepala Kloni bahkan melebih jumlah gol yang dihasilkan Bayer Leverkusen (11). Angka itu hanya kalah sedikit dari seluruh gol yang dihasilkan Schalke 04 (15) dan Werder Bremen (18). Selain sama-sama tajam, keduanya sering memberi assist satu sama lain. Keduanya memang cocok untuk diduetkan. "Pengertian di antara kami berjalan mulus. Saya harap hal itu terus berlanjut," ujar Klose tentang Toni. "Namun, kami harus lebih piawai memanfaatkan kesempatan, dan lebih kompak ketika kehilangan bola," imbuhnya. Satu Nada Kecocokan Toni pada striker tim nasional (timnas) Jerman itu juga satu nada. "Sangat mengasyikkan bermain di samping Miroslav Klose. Akan baik sekali jika punya pasangan striker seperti dia di tim Anda," jelas penyerang timnas Italia ini. Pelatih Bayern Ottmar Hitzfeld tak bisa menyembunyikan kebanggaannya pada duet penyerang tersebut. Kendati posturnya sama-sama tinggi, karakter permainan Kloni tak mirip. Menurut Hitzfeld, Toni bertipe penyerang yang mampu menguasai bola. Pergerakannya lentur, meski tubuhnya tinggi besar. Dia selalu ada untuk menerima umpan. Tak gampang menyerah, dan sulit dihentikan hanya oleh satu tekel.(rtr,A7-31) |