| Selasa, 02 Oktober 2007 | WACANA |
Surat PembacaWarisan KekerasanMeski selama 350 tahun dijajah Belanda dan 3,5 tahun dijajah Jepang, tetapi nenek moyang kita meninggalkan warisan yang sangat indah berupa sifat hakiki yaitu keramahtamahan. Namun siapa sangka, setelah menjadi bangsa yang merdeka bahkan memasuki era reformasi demokrasi seperti sekarang, warisan indah tersebut sudah terkoyak-koyak. Media TV tiap hari menyiarkan berita kekerasan yang dilakukan oleh sekelompok orang atau individu. Gara-gara senggolan di arena dangdut terjadi tawuran antardesa, setiap demo terjadi bentrok dengan polisi, Satpol PP lawan PKL, rakyat tergusur berhadapan dengan aparat. Kemudian guru, murid, pekerja juga berdemo. Sopir angkot gebuk-gebukan dengan masyarakat juga akibat demo. Ibu menyiksa anak, suami menggorok istri, istri membakar suami sudah menjadi menu harian berita media TV dan surat kabar. Jelas ini imbas kebebasan yang tak terkendali, tanpa motivasi yang jelas ada apa sebenarnya di negeri ini sekarang. Lebih rumit lagi melihat di tingkat atas, perpecahan di lingkar politik, penegakan hukum ala mafia peradilan yang selalu dikomentari. Berbeda pendapat sah-sah saja dalam demokrasi walau partai pecah belah bahkan partai berbasis para kiai sekali pun. Pasti banyak yang marah kalau ada yang berani mengatakan kita kini hidup di dunia moderen, tetapi masih memiliki sifat manusia purba tanpa peradaban. Kekerasan adalah ciri manusia biadab. Tetapi aneh bin ajaib kekerasan yang sudah membudaya di masyarakat, tidak ditanggapi oleh pihak penguasa atau para ilmuwan. Mengapa terjadi proses pembalikan sifat manusia Indonesia dari ramah tamah menjadi beringas dan senang menjadi tukang kepruk. Mengapa para psikolog tidak membuat analisa, padahal masalah sifat manusia dibentuk oleh lingkungannya. Lihat berapa banyak penjahat teri seperti pencuri motor, penjambret, pencopet ditembak kakinya dengan alasan mau melarikan diri, tetapi keluar bui kembali berbuat kejahatan kembali. Sering kita terjebak dalam peribahasa "semut di seberang lautan tampak, tetapi gajah di kelopak mata tidak tampak'', Orang rame-rame berdemo kalau terjadi kekerasan di luar negeri yang dilakukan bangsa lain, kekerasan di Irak, di Palestina, bahkan di Saudi Arabia. Tetapi kasus penganiayaan di sekitar kita tidak mendapat respon. Negeri ini berpenduduk sekitar 220 juta orang dan 99,9 persen beragama. Setiap agama mengajarkan hidup berdampingan penuh kasih serta menjauhi kekerasan dan ini dibuktikan oleh nenek moyang ratusan tahun lalu. Sekarang kita menciptakan budaya kekerasan dalam segala hal. Sifat inikah yang akan diwariskan pada anak cucu. Mari semua pihak merenungkan masalah ini. Sudarjo Jl S Parman 61, Purwokerto. Rantang Semua orang pasti tahu rantang. Tapi tidak setiap orang tahu kalau rantang bisa menjadi penyelamat lingkungan. Semasa kecil dulu, saya sering melihat orang membeli bakso dengan membawa rantang. Namun sayang, kebiasaan itu kini sudah memudar. Di zaman sekarang, kepraktisan lebih sering menjadi pertimbangan utama. Walau datang tanpa rantang, makanan pun bisa dibawa pulang dengan kemasan plastik. Rasanya ngeri kalau membayangkan berapa jumlah sampah pastik yang menumpuk setiap harinya. Entah berapa lagi jumlahnya dalam setiap minggu, bulan bahkan setiap tahunnya. Lambat laun, bukan tidak mungkin seluruh permukaan tanah di bumi ini akan tertutup oleh sampah plastik. Membeli makanan dengan membawa rantang ternyata hal biasa yang berdampak luar biasa bagi kelestarian lingkungan. Begitu juga dengan membawa keranjang belanja saat ke pasar. Keduanya merupakan langkah mudah untuk mengurangi tumpukan sampah plastik. Terbukti hanya dengan hal sederhana, siapa pun bisa menjadi "pahlawan" penyelamat lingkungan. Parahestri P. Jatisari Asri Blok AS/10, Semarang *** BNI Capem Sragen Tanggal 7 September 2007 saya mengantar orang tua mengambil uang ke Bank BNI Capem Sragen. Setelah antre beberapa lama kemudian tiba giliran dipanggil teller. Tapi dia minta fotokopi KTP meski jelas orang tua saya sebagai pemilik rekening dan sudah menunjukkan KTP asli. Alasan, petugasnya bukan dia saat membuka rekening dulu. Meski kecewa saya mengikuti syarat tersebut. Setelah fotokopi KTP saya serahkan, aksi tak simpatiknya kembali muncul dengan menyodorkan/uang begitu saja tanpa ekspresi apalagi mengucapkan terima kasih seperti teller bank lain. Karena aksi tak simpatiknya saya memutuskan untuk meminimalisasi transaksi. Kemudian tanggal 11 September 2007 saya kembali menarik uang, setelah menyerahkan syarat administrasi (termasuk fotocopi KTP). Lagi-lagi aksi tidak simpatik sekaligus membikin saya kaget karena tellernya sama. Dia menyodorkan uang yang saya ambil sembari mengatakan: "Apalagi yang mau diambil? ". Saya tahu saldo yang saya sisakan hanya Rp 600.000. Di mana etika sebagai teller bank pelat merah terkemuka terhadap nasabahnya. Seharusnya sadar bahwa karena kecewa atas layanannya, saya memutuskan menyisakan sedikit saldo, apalagi saya hanya penabung perorangan. Tapi harus disadari bahwa bank bisa menjadi besar setelah menghimpun dana dari masyarakat. Bank BNI sebagai bank papan atas dan sudah go public ternyata masih memiliki karyawan yang menganggap nasabah dengan sebelah mata. Seharusnya karyawan yang bekerja di front office punya kepedulian tinggi terhadap nasabah sebagai apresiasi. Juga bisa membuat nasabah loyal, terlepas berapa nominal saldonya. Sudah seharusnya semua nasabah diperlakukan dengan baik agar timbul rasa aman dan nyaman dalam bertransaksi. Semoga bank BNI terutama Capem Sragen tidak alergi kritik karena bagaimana pun masyarakat tetap memerlukan jasa Bank BNI. Sugiyanto SE Jetak Pabrik RT 1 Sidoharjo, Sragen *** Ojo Dumeh Sebuah surat kabar terbitan Surabaya pada tanggal 17 September 2007 menurunkan berita kecelakaan pesawat udara dengan judul : ''Dipiloti WNI, pesawat Thai jatuh''. Menurut hemat saya judul tersebut sangat bombastis dan tendensius. Mengapa demikian?. Sesuai kaidah tata Bahasa Indonesia (hukum diterangkan menerangkan/DM), judul tersebut mengarah pada tudingan kecelakaan terjadi akibat pesawat udara dipiloti oleh seorang WNI. Hal ini merupakan pernyataan yang sangat menyakiti keluarga pilot dan lebih dari itu merendahkan harkat dan martabat Bangsa Indonesia (bandingkan dengan penggunaan istilah Indon oleh pers Malaysia). Karena itu saya mengimbau seluruh insan pers untuk tidak meniru gaya kemaruk dan kumalungkung dalam menyampaikan suatu berita. Janganlah dengan dalih kebebasan, insan pers bertingkah semena-mena. Kebebasan pers harus dilaksanakan dalam koridor etika dan tanggung jawab, agar kebebasan tidak bermuara pada anarki. Pepatah mengatakan bahasa menunjukkan bangsa, ajining dhiri saka lathi. Dengan kata lain, prinsip empan papan dan tepa selira harus kita ugemi dalam menyampaikan berita. Demikian sumbang saran ini saya utarakan agar semua menjadi lebih bijak dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Sugiri Guru besar FK Undip Persatuan Napi Setelah dideklarasikan persatuan narapidanna (napi) oleh ketua umum bekas menperindag/kabulog yang juga bekas napi, muncul harapan baru bagi mereka dalam menata kehidupan yang lebih baik. Hal ini bila melihat komposisi pengurus organisasi tersebut dari kalangan bekas pejabat/elite yang membawahi berbagai seksi. Keberadaan organisasi ini disambut positif para napi dan bekas napi. Sebagai wadah harapan hidup sudah barang tentu masalah kesehatan, lapangan kerja, advokasi, pembinaan dan pendidikan menjadi program yang segera terwujud. Kalau dilihat latar belakang para pengurus baik intelektual maupun pengalaman serta didukung 118 ribu napi se-Indonesia, organisasi itu patut diperhitungkan sebagai kekuatan baru yang dapat meramaikan sosial dan politik di negeri ini.Dengan adanya big bos napi ini, apakah jumlah kejahatan dapat menurun atau malah meningkat ?. Ali Farkan Pabelan RT 1/RW 1, Kab. Semarang. *** Perpus Umum Salatiga Saya termasuk pengunjung setia perpustakaan umum Salatiga buku-bukunya makin lengkap dan suasananya penuh kekeluargaan. Namun disayangkan, ada satu dua pengunjung bertangan nggrathil yakni menyobek bagian depan, tengah atau belakang buku tentang artikel yang dianggapnya penting sehingga yang meminjam belakangan kehilangan halaman. Satu-satunya jalan, kalau ada artikel yang dianggap penting ya difotokopi walau nantinya bisa saja bukunya menjadi rusak. Buku-buku di masa sekarang memang banyak yang tidak kuat penjilidannya. Tetapi apa boleh buat, memang hanya dengan begini perpustakaan menyumbangkan ilmu kepada masyarakat. Kalau hanya satu atau dua Iembar memang bisa disalin, namun kalau lebih dari 10 lembar dan malas menyalin terpaksa dikopi. Buku-buku yang rusak karena dikopi kalau memang termasuk buku penting bisa beli lagi kalau ada anggarannya RM.Ismunandar C Salatiga Permai VI/140-141, Salatiga *** Kurban Idul Adha Idul Adha diperingati sebagai ungkapan betapa besarnya kekuasaan Allah SWT. Bagi manusia, kekuasaan yang dipegangnya hanya amanat dengan segala keterbatasannya. Bukan kekuasaan yang harus dibawa mati dan tidak boleh orang lain merebut atau menggantikan kedudukannya. Misal dalam perebutan kekuasaan maka trik dan rekayasa bermunculan begitu hebat. Tidak jarang sosialisasinya mengundang banyak korban, mengadu domba dan mengumbar siasat untuk melemahkan pihak lawan. Ironi besar, pengorbanan diartikan dalam arti sempit yaitu sebagai bentuk pembantaian lawan politik/persaingan rivalitas. Berkurban hanya untuk mempertaruhkan kekuasaan semu. Pengertian berkurban, antara lain untuk membela yang hak dan untuk menumpas yang bathil akhitnya menjadi tidak jelas batas-batasnya. Antara umat Islam sendiri terlihat saling bertikai, saling berikurban untuk membela pimpinan mereka. Wajah sejuk umat Islam, dan perilaku halusnya terkoyak oleh cerminan para pelaku yang mengaku beragama Islam. Menjadi sayang, di tengah umat yang banyak dilanda cobaan bencana dan keruwetan ekonomi ini terseret berbagai konflik politik. Orang desa beramai-ramai menuju kota untuk niat melakukan aksi kekerasan, sedang orang kota masuk desa untuk sebuah manuver politik hasutan. Pengerahan massa yang melakukan aksi terus menggunakan berbagai manuver. Di tempat lain, para pedagang kecil, bakul sayuran, pejalan kaki, lalu lalang kendaraan dan bentuk kegiatan masyarakat lain menjadi terganggu. Ketenangan dan kedamaian mereka terusik oleh bentuk-bentuk anarkisme yang menjadi-jadi dan mengoyak-koyak kemapanan. Menyikapi fenomena perubahan sosial yang tidak menentu arah tujuannya, sebaliknya orang yang masih memiliki hati nurani dan berbekal kuat petunjuk Allah SWT, hendaknya menjadikan Idul Adha sebagai bentuk cerminan untuk introspeksi diri. Hanya orang yang memiliki niat besar berjuang ikhlas menegakkan dan menampilkan ajakan sejuk dan teduh saja yang akan dapat menenangkan sertas menenteramkan umat. Amar Makruf Purwogondo, Kalinyamat, Jepara *** Buku Alumni Katalog/buku alumni umumnya akan diberikan setelah lulus sekolah. Tetapi tidak terjadi pada SMAN 3 Semarang lulusan 2006 meski sudah membayar Rp 90.000. Panitia berjanji akan membagi setelah semuanya membayar, lain hari berjanji setelah Lebaran, janji lagi dibarengkan dengan lulusan 2007 dan hingga detik ini belum menerima. Jika 300 anak yang sudah membayar terkumpul Rp 90.000 x 300 = Rp 27.000.000. Panitia bagaimana tanggung jawabmu. Hal ini terjadi juga di SMP Semesta lulusan 2003 (angkatan I) sudah membayar Rp 50.000 katalog tidak ada sampai sekarang. Saya adalah orang tua dari murid lulusan sekolah tersebut. Mohon pihak sekolah mengurus masalah ini. Rahayuni Jl Pleburan II/7, Semarang *** Tentang Mal Ciputra Saya ucapkan terima kasih kepada manajemen Mal Ciputra Semarang dan Sun Parking yang langsung menanggapi masukan yang saya sampaikan di Surat Pembaca 19 September 2007. Manajemen datang langsung ke rumah untuk meminta maaf dan mengklarifikasi. Ini menunjukkan kepedulian mereka kepada customernya. Semoga Mal Ciputra mendapat tempat di hati customernya. Alice K Larashati P Jl Purnakarya Brt 6 RT 5/RW 2 Gedanganak, Ungaran Syarat Calon Independen MK telah memutuskan calon independen boleh maju dalam pilkada. Terlepas dari pro dan kontra, saya usul calon independen harus memenuhi syarat untuk jabatan orang nomor di daerah yaitu berjiwa Pancasila dan UUD 45, setia pada NKRI, punya wawasan luas tentang budaya, sosial, Indonesia, khususnya di daerah yang akan dipimpin. Juga mengerti tugas yang akan diemban sebagai pemimpin daerah, beristri aktif di sosial masyarakat. Berpenampilan gagah, simpatik, cara bicara di masyarakat yang baik, punya garis keturunan dari orang-orang yang setia kepada negara RI, punya riwayat hidup yang bersih dan jujur serta tak punya hubungan biaya (dana) dari luar negeri untuk pencalonannya di pilkada. Ato Suprapto Jl Citarum 77, Pemalang *** Tentang Iklan Kita Iklan adalah hal yang menarik yang sengaja atau tidak selalu bisa ditonton di layar kaca. Bahkan terkadang anak-anak kecil sangat hafal dengan kata atau kalimat yang ditayangkan teve. Dengan begitu iklan juga berpengaruh bagi pikiran masyarakat tanpa melihat batas usia terutama anak-anak. Karena itu alangkah baiknya kalau produk iklan juga menyelipkan unsur pendidikan dan moral. Semua tahu anak usia balita saat ini kritis dan dapat menanggapi apa yang mereka lihat dan yang terjadi di sekitarnya. Namun banyak iklan yang mengekploitasi seks, padahal produk yang ditawarkan tidak sesuai dengan hal itu. Atau mungkin dianggap semua orang suka dengan hal tersebut. Belum tentu orang menyukai cara berpakaian remaja yang minim dan sering memperlihatkan (maaf) pusar. Padahal cara berpakaian yang baik tentu saja sudah diajarkan dalam agama seperti menutup aurat agar tidak menimbulkan penilaian buruk dan tidak memancing shahwat. Itu hanya alasan yang sederhana. Mohon maaf kepada iklan Kuku Bima dengan bintang iklan Trio Macannya. Dra Susilowati Jl Jaya Serayu 46, Banyumas *** Soal Parkir di DP Mal Sehubungan tulisan yang disampaikan Ibu Amina di Surat Pembaca 18 September 2007 berjudul ''Parkir di DP Mal'', kami menanggapi sbb: Bahwa pembelanjaan dengan nilai minimal Rp 150.000 untuk mobil dan Rp 50.000 untuk motor di Carrefour DP Mal (tidak berlaku kelipatannya), pelanggan akan mendapatkan voucher parkir gratis untuk 2 jam pertama. Prosedurnya, pelanggan menunjukkan struk belanja dan tiket parkir pada hari yang sama ke Pusat Informasi Carrefour untuk mendapatkan voucer parkir. Pihak Carrefour DP Mal sudah menghubungi Ibu Amina untuk menjelaskan prosedur parkir gratis ini dan diterima dengan baik serta menyampaikan masalah ini ke pihak manajemen gedung untuk ditindaklanjuti. Retha A Datulong Comm & Community Relations Manager |