logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 02 Oktober 2007 NASIONAL
Line

Mudik Bareng untuk 2.000 Warga Jateng

  • Perbaikan Jalan Selesai H-10 Lebaran

TIKET GRATIS:Ratusan warga Jawa Tengah yang bekerja di DKI Jakarta, antre tiket gratis mudik lebaran bantuan Pemprov di kantor Perwakilan Pemrov di Jakarta, Senin (1/10). Tahun ini disediakan 35 bus untuk mengangkut sedikitnya 2.000 orang. Rencana berangkat 8 Oktober dari Taman Mini Indonesia Indah (TMII). (30)

JAKARTA - Perwakilan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah di Jakarta mengadakan program mudik bareng bagi sekitar 2.000 warga provinsi tersebut yang bekerja di sektor nonformal di Jakarta. Mereka akan diberangkatkan secara bersama, menggunakan 35 bus, pada 8 Oktober, dari anjungan Jateng Taman Mini Indonesia Indah (TMII).

Menurut Kepala Perwakilan Pemprov Jateng Maryanto, program itu bertujuan membantu pemudik dari Jateng untuk mendapatkan sarana transportasi yang pasti, aman, dan nyaman, sampai ke kota masing-masing. Selain itu, menjaga tali silaturahmi masyarakat Jateng yang bekerja di Jakarta.

Dia menambahkan, program mudik kali ini merupakan yang ketujuh secara berturut-turut sejak 2001. Tahun lalu, perwakilan Pemprov memberangkatkan 890 orang dengan 17 bus. Menurut Maryanto, program tersebut hanya dikhususkan bagi warga Jateng yang bekerja di sektor nonformal, seperti sopir bajaj, pembantu rumah tangga, kuli bangunan, pedagang kaki lima, pedagang warteg, dan sebagainya. Dengan begitu, akan lebih bermanfaat karena meringankan beban biaya mereka. Dia mengungkapkan, jumlah warga Jateng yang berada di Jakarta 3,4 juta jiwa. Lima ratus ribu di antaranya bekerja di sektor nonformal. Agar dapat mengikuti program tersebut, kata dia, peminat harus mendaftarkan diri dengan menunjukkan KTP asli atau kartu keluarga (KK) yang berasal dari Jateng beserta fotokopinya.

Pasar Tumpah

Menteri Pekerjaan Umum (PU) Joko Kirmanto meminta pemerintah daerah menertibkan pasar tumpah di wilayahnya. Sebab pasar di jalan raya itu sangat mengganggu para pengguna jalan, utamanya pemudik Lebaran. ''Saya minta pemerintah daerah bisa mengatur itu,'' ujarnya di sela-sela Peringatan Nasional Hari Habitat Dunia tahun 2007 yang dipusatkan di Solo, kemarin.

Dia menjamin penyelesaian perbaikan jalan yang akan digunakan untuk jalur mudik Lebaran, paling tidak pada H-10 Lebaran. Namun dia tidak menjamin, arus mudik akan bebas dari kemacetan. Sebab jalan raya yang dibuat pemerintah itu didesain untuk lalu lintas kendaraan setiap hari saja.

Tidak Ditilang

Di Surabaya, 28 unit kapal motor angkutan penumpang siap mengangkut sekitar 30.000 penumpang pada mudik Lebaran tahun ini dari Pelabuhan Tanjung Perak. Ketua Bidang Angkutan Kapal Roll on and Roll off (Ro-Ro) dan Penumpang Dewan Pengurus Pusat Persatuan Pelayaran Nasional Indonesia (DPP-INSA/Indonesian National Shipowners Association), Bambang Harjo S, Senin (1/10), mengatakan, ke-28 unit kapal itu milik PT Pelni sebanyak 11 kapal. Selain itu, milik PT Dharma Lautan 9 kapal dan PT Prima Vista 8 kapal. Kapal itu melayani rute jalur angkutan laut di kawasan timur Indonesia.

Sementara itu, selama puncak arus mudik, Polda Jatim tidak akan menilang pemudik sepeda motor yang melanggar. "Itu kami lakukan agar tidak menimbulkan kemacetan," kata Wakil Direktur Lalu Lintas Polda Jatim AKBP Anton Suhartono di gedung DPRD Jatim, Jl Indrapura Surabaya, Senin (1/10).

Dia menyatakan, sejak sebulan lalu, pihaknya telah aktif mengampanyekan cara bersepeda motor yang aman dan nyaman. Pihaknya juga telah siap menerjunkan sekitar 18.000 personel dalam

Operasi Ketupat 2007. Di samping itu, ada nomor khusus yang bisa dihubungi pemudik dan disambungkan dengan 46 pos polisi yang terdekat dengan pemudik. "Tinggal tekan nomor 9119 dari operator seluler mana pun, nanti pos polisi terdekat akan menindaklanjuti," jelasnya. (J21,G8,G14,-62)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA