| Selasa, 02 Oktober 2007 | NASIONAL |
Junta Myanmar Tunda Bertemu Utusan PBB
YANGON - Junta Myanmar menunda pertemuan antara Jenderal Senior Than Shwe dan Utusan Khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa Ibrahim Gambari sampai Selasa ini. Pada Senin kemarin, Gambari dibawa oleh aparat pemerintah ke sebuah acara seminar politik di Kota Lashio, Negara Bagian Shan, dekat perbatasan China. Tidak diketahui tujuan sebenarnya dari kunjungan ke Lashio itu. Sementara itu, organisasi pemberitaan The Democratic Voice of Burma di Oslo melaporkan, jumlah korban tewas akibat tindakan brutal tentara diperkirakan 138 orang dan 6.000 orang ditahan. Keberadaan Gambari Senin kemarin menjadi tanya besar karena para diplomat tidak mengetahui posisi dia setelah bertolak ke ibu kota Myanmar, Naypyidaw. Tindakan junta membawa Gambari ke pedalaman Myanmar itu juga membuat heran para pengamat. Peristiwa itu makin menegaskan sosok rezim yang tidak bisa diduga gerak langkahnya. Kantor PBB di Yangon menyatakan, Gambari sangat berharap bisa bertemu Jenderal Senior Than Shwe dan pihak-pihak terkait untuk menghentikan aksi kekerasan militer terhadap demonstran. Salah seorang sumber diplomatik mengatakan, Gambari sengaja dipaksa menunggu sampai Selasa untuk bisa bertemu Than Shwe. Seorang diplomat di Bangkok mengatakan sekelompok ilmuwan Eropa sedang berada di Naypyidaw dan dijadwalkan berada di Lashio Selasa ini. Naypyidaw adalah ibu kota baru Myanmar yang terletak di tengah hutan, sekitar 305 km sebelah utara Yangon. Penundaan pertemuan antara Gambari dan Than Shwe bukan pertanda yang baik bagi misi utusan PBB itu. Apalagi, pertemuan itu sudah dijadwalkan sejak sepekan lalu ketika junta mengerahkan tentara untuk menumpas demonstrasi para biksu dan warga. Tidak Dibatasi Jenderal Senior Than Shwe (74) sudah sering dikabarkan dalam kondisi sakit-sakitan. Namun, dia masih tetap ditakuti sebagai seorang garis keras militer dan tidak peduli dengan tekanan ataupun keprihatinan dunia luar. Dubes Inggris Mark Canning mengatakan, China mendesak supaya misi Gambari tidak dibatasi sampai mencapai hasil maksimal. Dia diizinkan terbang ke Naypyidaw Minggu lalu untuk bertemu penjabat perdana menteri dan menteri kebudayaan, serta menteri informasi. Dia kemudian kembali ke Yangon dan bertemu selama satu jam dengan pemimpin oposisi Aung San Suu Kyi. Keberangkatannya kembali ke Naypyidaw memunculkan harapan bakal tersemainya ''diplomasi dua arah'' antara militer dan kubu Suu Kyi. ''Perkembangan misi memang berlangsung lambat. Semula, hanya ada target minimal, kemudian berkembang lebih baik sedikit, dan kami ingin tetap ada kemajuan berikutnya,'' kata Canning. Militer mulai membongkar barikade kawat berduri di sekeliling Pagoda Shewdagon, yang menjadi pusat lokasi demo para biksu. Junta tampaknya yakin pergolakan massa sudah berhasil ditumpas. Insiden Kenji Namun, tentara dan aparat keamanan pemerintah masih terus menggeledah setiap orang untuk mencari kalau-kalau ada yang membawa kamera. Akses internet juga masih diputus untuk mencegah informasi seputar gejolak di negeri itu tersiar keluar negeri. Utusan Jepang Senin kemarin tiba di Myanmar untuk mendesak pengusutan penuh atas tewasnya seorang warga Jepang. Kenji Nagai, fotografer kantor berita APF Jepang tewas ditembak tentara saat meliput demonstrasi di Pagoda pekan lalu. Pejabat Myanmar mengembalikan barang-barang milik Kenji Nagai. Namun, menurut Tokyo, kamera video kecil yang masih digenggam Kenji saat dia tersungkur di jalan tidak ikut dikembalikan. Foto-foto yang diselundupkan ke luar Myanmar memperlihatkan detik-detik adegan pembantaian itu. Rekaman gambar itu memperlihatkan seorang prajurit menembak Kenji dari jarak dekat. Kematian fotografer itu makin menambah kemarahan internasional atas tindakan brutal militer. Junta menyatakan aksi demo pekan lalu menewaskan 10 orang. Namun, para diplomat yakin jumlah korban tewas jauh lebih banyak. Selain foto-foto mengenai kebrutalan tentara, kemarin juga beredar foto jenazah seorang biksu terapung di sungai. Biksu itu diyakini juga menjadi korban keganasan junta militer.(rtr-gn-25) | ||||