logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 02 Oktober 2007 MURIA
Line

Empat Pasar Tumpah, Simpul Kemacetan

BLORA - Empat lokasi pasar tumpah di Blora rawan menjadi simpul kemacetan. Pihak Polres telah melakukan sejumlah antisipasi berkait masalah tersebut. Kabagops Polres Blora, Kompol Moch Imron membenarkan, sedikitnya ada tiga pasar tumpah yang kemungkinan menjadi simpul kemacetan. Masing-masing, dari timur ada Pasar Jepon yang terletak pada km 7 dari Blora arah Cepu, Pasar Ngawen (km 12 ) jalur Blora-Purwodadi dan Pasar Kunduran (km 22) jalur Blora-Purwodadi. "Di tiga lokasi ini, pada puncak arus mudik dan balik akan menjadi perhatian petugas kami," jelas Imron.

Menurutnya, selain tiga pasar itu, keberadaan Pasar Induk Blora yang terletak pada jalur utama, kemungkinan besar juga menjadi simpul kemacetan. Di lokasi ini, akan menjadi pusat kegiatan massa, sehingga membutuhkan perhatian khusus.

Sementara itu, Kapolres Blora, AKBP Drs Lotharia Latif MHum menyatakan, pada rapat koordinasi di tingkat Polda Jateng, Blora sering menjadi bahan olokan bahwa Lebaran tidak akan sampai Blora. Namun, pihaknya tetap akan mempersiapkannya secara matang untuk menjaga segala kemungkinan.

"Kami tidak main-main, antisipasi, persiapan pengerahan personel dan sosialisasi terus kami galakan," tandasnya.

Tiga Jalur

Jika saja pada puncak arus balik maupun mudik nanti, di jalur utama Jakarta - Surabaya terjadi sesuatu dan mengakibatkan pengalihan lalu lintas ke jalur tengah, dapat dipastikan ada tambahan kepadatan lalu litnas di Blora. Pasalnya, jalur tengah yang dimaksud adalah Blora.

Ada tiga jalur menyusul difungsikan, pertama jalur Selatan, yakni dari arah Semarang - Jati - Randublatung - Cepu). Pengguna jalur ini diminta untuk hati-hati, karena kondisi jalan bergelombang, berkelok dan agak sempit. Kedua, jalur tengah, yakni Semarang-Kunduran-Blora-Cepu, kondisi jalannya banyak bergelombang. Meski baru-baru ini sempat dilakukan perbaikan oleh Bina Marga, tetapi kondisinya juga masih jauh yang diharapkan. Pasalnya, perbaikan itu sifatnya hanya tambal sulam.

Ketiga, jalur utara, yakni dari Semarang-Rembang-Blora-Cepu. Ada beberapa ruas jalan yang harus diwaspadai pada jalur ini, yakni antara Rembang-Blora dengan kondisi jalan sempit dan berkelok.

Dikemukakan Kabagops, untuk pengamanan arus mudik dan balik, sedikitnya akan didirikan lima pos pengamanan. Baik itu di perbatasan Blora-Purwodadi, tepatnya di desa Gagakan, di perbatasan Jawa Tengah - Jawa Timur, yakni di Cepu. Pos ini masih ditambah dengan otomatisnya sejumlah Polsek pinggiran jalan raya sebagai pos pengamanan. Mulai Kunduran, Ngawen, Kota, Jepon, Jiken, Sambong dan Cepu.

Ditambahkan Kapolres Latif, seperti tahun lalu, pihaknya tahun ini tetap membuat aturan, bahwa kendaraan bak terbuka tidak diperkenankan untuk mengangkut penumpang. "Bahaya kalau bak terbuka digunakan untuk angkut penumpang, sekali kecelakaan akan memakan banyak korban," tambahnya. (ud-36)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA