| Selasa, 02 Oktober 2007 | SEMARANG |
Tiga Titik Rawan Kecelakaan Diminta Diwaspadai
SALATIGA- Satlantas Polres Salatiga meminta agar masyarakat dan pemudik Lebaran mewaspadai 3 daerah titik rawan kecelakaan di jalur Semarang-Solo. Titik rawan kecelakaan tersebut berada di penyempitan Jalan Fatmawati Blotongan, tanjakan Jalan Veteran Pasar Sapi, dan Dukuh Isep-isep Jalan Sukarno-Hatta. Kapolres Salatiga AKBP Drs Ahmad Haydar MM melalui Kasatlantas AKP Zamroni mengatakan, ditentukannya 3 titik rawan kecelakaan tersebut berdasarkan laporan kecelakaan yang sering terjadi di lintasan Semarang-Solo wilayah Polres Salatiga. ''Maka untuk menghindari terjadinya kecelakaan di lokasi tersebut, perlu dilakukan antisipasi sejak dini,'' kata Zamroni, Senin (1/10) pagi. Zamroni menjelaskan, penyempitan Jalan Fatmawati Blotongan, kerap kurang diperhatikan para pengguna jalan. Sehingga sering terjadi kecelakaan lalu lintas, akibat pengemudi kurang mengantisipasi penyempitan jalan itu. Lalu tanjakan Pasar Sapi, kerap terjadi tabrakan akibat kendaraan rem blong atau tidak kuat naik tanjakan sehingga nggelondor. Sedangkan kecelakaan di Jalan Sukarno-Hatta, karena jalan lurus dan menurun. Menurut Kasatlantas, pihaknya akan memasang rambu-rambu peringatan di jalan yang rawan kecelakaan itu. Intinya mengingatkan kepada pengguna jalan agar lebih berhati-hati. Polisi juga akan menambah Gason dan Traffic Cone, serta memasang sekitar 16 bilboard imbauan safety riding atau imbauan berkendaraan yang aman. Dua pos polisi juga mulai dipantau dan diaktifkan, meski belum dilakukan sepenuhnya, yakni di Pos Polisi Pamor dan Pos Polisi Blotongan. Zamroni mengungkapkan kedua pos di ujung selatan dan utara Kota Salatiga itu, akan menjadi salah satu basis pengamanan arus mudik dan balik Lebaran. Sementara itu, Dinas Perhubungan telah menargetkan pembuatan marka jalan sebelum H-7 sudah selesai penggarapannya. Begitu juga dengan pemasangan trafic light baru, di perempatan Pasar Sapi, dipastikan sudah selesai dalam waktu yang sama. ''Keberadaan garis jalan dan lampu pengatur lalu lintas tersebut, ikut membantu kelancaran arus mudik dan balik Lebaran,'' terang Rudi. Dijelaskan, selama ini lampu di Pasar Sapi tidak berfungsi optimal, sehingga keberadaannya justru mengganggu arus lalu lintas.(H2-41) |