| Selasa, 02 Oktober 2007 | SEMARANG |
Sangar Tapi Suka HumorKASAT Reskrim Polres Salatiga AKP Wibowo Hutomo baru beberapa pekan lalu dilantik, setelah sebelumnya bertugas di Unit Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) Satreskrim Polwiltabes Semarang. Meski wajahnya terlihat sangar, tetapi perwira yang satu ini ternyata suka humor, terutama kepada wartawan yang hampir setiap hari menyambangi di kantornya. Menurut pria kelahiran Bojonegoro, Jatim, 28 Agustus 1961 ini, tugas wartawan dan polisi merupakan mitra yang tidak bisa dilepaskan. Bahkan informasi yang disampaikan wartawan kepada masyarakat, melalui medianya terkait penanganan sejumlah kasus-kasus kriminal, sangat ditunggu masyarakat. ''Kita sama-sama melaksanakan tanggungjawab kepada masyarakat. Tugas saya yang utama adalah mengantisipasi semua aksi kriminal,'' ujar bapak dua orang putra itu. Pengalaman bertugas bersama wartawan, yang membuat Wibowo tidak segan-segan bertukar pikiran dengan mereka. Karena dengan bertukar pikiran itu, akan memunculkan ide dan keputusan yang tepat. Anggota Intel Wibowo Utomo melalui jenjang karir sebagai polisi bintara berpangkat sersan dua (Serda) yang lulus tahun 1984. Kemudian bertugas lama sebagai anggota intel di Polda Jateng. Tahun 1999 melanjutkan jenjang karir sebagai perwira berpangkat letnan dua atau Ipda sekarang ini, setelah lulus pendidikan sekolah calon perwira (Secapa). Sempat menduduki jabatan sebagai Kapolsek Gunungpati Semarang, dan ditugaskan kembali sebagai anggota intel. Kasus menonjol yang baru diikutinya sewaktu bertugas di Jatanras Satreskrim Polwiltabes Semarang adalah bersama-sama mengungkap kasus mutilasi. Kasus yang sempat menggegerkan warga tersebut, berakhir dengan dipastikannya temuan potongan tubuh di TPA Jatibarang merupakan bagian tubuh Sofariyanti (38), warga RT 3 RW 1, Desa Wonoyoso, Kecamatan Karangjati, Kabupaten Semarang. (Surya Yuli P-16) |