logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 02 Oktober 2007 SEMARANG
Line

Rabu, Jembatan Kali Bodri Difungsikan Kembali

KENDAL- Jalur pantura Kendal diestimasikan terbebas kemacetan saat arus mudik maupun arus balik Lebaran. Perbaikan Jembatan Kali Bodri di perbatasan Patebon-Cepiring yang menjadi salah satu ancaman kemacetan arus lalu lintas, dipastikan akan bisa difungsikan Rabu (3/10) besok.

''Jembatan Kali Bodri yang diperbaiki 1 Mei lalu, saat ini tinggal menyelesaikan pekerjaan akhir, seperti mengecat median jalan,'' tandas Kepala DPU Pemkab Kendal Ir Supriyono di kantornya, kemarin.

Sejak Jembatan Kali Bodri di sisi selatan itu diperbaiki total, arus lalu lintas dari arah barat dan timur praktis hanya memanfaatkan sisi utara. Setelah difungsikan kembali, masing-masing jembatan akan dilintasi satu arah.

Jembatan sebelah utara dilintasi arus lalu lintas dari barat (Jakarta), sedangkan sebelah selatan dari timur (Semarang). Karena sampai kini masih memanfaatkan satu jembatan sisi utara, hampir dipastikan pada jam-jam sibuk terjadi kemacetan. Ancaman kemacetan akan lebih parah jika kepadatan kendaraan lebih tinggi. Misalnya, pada saat arus mudik.

''Dari penjelasan PT Brata Utama Roda Mandiri selaku pelaksana perbaikan diketahui, bahwa Rabu (3/10) Jembatan Kali Bodri sisi selatan sudah bisa difungsikan kembali,'' kata Supriyono.

Dengan difungsikannya kembali jembatan tersebut, ancaman kemacetan arus mudik atau balik dapat ditanggulangi. ''Ancaman kemacetan yang lain, yakni pasar tumpah Cepiring. Kondisi ini disebabkan oleh lalu lalang pejalan kaki, angkutan umum, dan pedagang yang melebar hingga badan jalan,'' ungkapnya.

Jembatan Sedayu

Namun, sejumlah kendala sudah diantisipasi. ''Pedagang baru di Pasar Cepiring sudah diberi pengarahan oleh kepala pasar, agar mereka tak melakukan aktivitas di dekat jalur pantura. Angkutan umum diberi lokasi mangkal di depan Masjid PG Cepiring.''

Didampingi Kasubdin Binamarga Indar Wimbono, Supriyono mengemukakan, menjelang Lebaran hingga selanjutnya, pihaknya akan memberikan pelayanan kepada pengguna jalan di wilayah Kendal.

''Untuk membantu pelayanan tersebut, kami akan menyalurkan bantuan lima mobil pikap dan lima motor roda tiga kepada DPU cabang di empat wilayah. Yakni, Boja, Kendal, Sukorejo, dan Weleri,'' ujarnya.

Dia mengatakan, kendaraan operasional itu untuk mengecek kerusakan jalan. Petugas di lapangan juga mendapat tanggung jawab memonitor jalan-jalan yang padat arus lalu lintas. ''Mengenai perbaikan jembatan Sedayu di Gemuh, lebih banyak dilewati kendaraan lokal. Pada saat arus mudik maupun balik, kemungkinan besar tidak difungsikan untuk mengurai kemacetan.''

Pemkab telah menyiapkan sejumlah jalur alternatif . ''Kendati belum selesai pembangunannya, pada arus mudik nanti Jembatan Sedayu sudah bisa dilintasi kendaraan bermotor dengan berat maksimal lima ton.'' (G15-37)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA