| Selasa, 02 Oktober 2007 | SEMARANG |
Optimistis Pembebasan Lahan Tol Tepat WaktuSEMARANG- Meski terkendala penolakan warga Klentengsari, Kelurahan Pedalangan, Banyumanik, Pemrakarsa Tol Semarang-Solo optimistis, pembebasan lahan jalan bebas hambatan itu dapat selesai tepat waktu, yakni akhir tahun ini. Ketua Tim Pengadaan Tanah Jalan Tol Semarang-Solo Heru Budi Prasetyo menuturkan, masalah warga Klentengsari akan diselesaikan dengan pendekatan persuasif. Pemprov, kata dia, tengah mengagendakan pertemuan dengan mereka. Pertemuan itu akan dilaksanakan secepatnya, agar persoalan dapat diselesaikan dengan baik. ''Kami optimistis, agenda pembebasan lahan selesai tepat waktu. Kalau toh molor tidak terlalu banyak,'' kata Heru kepada Suara Merdeka, Senin (1/10). Sebelumnya, Kepala Dinas Bina Marga Jateng Danang Atmodjo memastikan sebelum Lebaran sudah bisa memberikan penjelasan soal jalur tol Semarang-Solo kepada warga Klentengsari. Bahkan mengutip Ketua RW 2 Kelurahan Pedalangan Gianto, Danang berjanji akan mendatangi warga selambatnya pekan lalu. Heru lantas memaparkan agenda pembebasan lahan Tol Semarang-Solo. Setelah pemasangan patok ruang milik jalan (rumija), dilanjutkan dengan pembuatan peta ricikan, pengumuman hasil ricikan, penyelesaian komplain (jika ada), negosiasi dengan warga, dan pembayaran. ''Itu semua harus selesai sebelum tutup tahun.'' Sementara proses pematokan rumija hingga kemarin masih berlangsung. Untuk wilayah Kota Semarang, pematokan sudah dilakukan di lima kelurahan, yakni Pudakpayung, Gedawang, Padangsari, Sumurboto (Kecamatan Banyumanik) dan Kelurahan Kramas (Tembalang). Saat ini pematokan masih dilakukan di wilayah Kelurahan Gedawang. Di kelurahan itu ada 300 bidang tanah milik warga yang terkena proyek jalan tol. Pekan ini pematokan di kelurahan tersebut diperkirakan selesai. Tim, lanjut Heru, menemukan tanda-tanda batas rumija liar di Kelurahan Gedawang. Tidak diketahui siapa yang membuat dan memasang tanda-tanda yang dibuat dari papan tripleks dan dipasang di batang pohon itu. (H6-41) |