| Selasa, 02 Oktober 2007 | SEMARANG |
SURITAULADANKH Abdan, Mengokohkan Syiar Islam di Tingkir
WILAYAH Kelurahan Tingkir Lor dan Tingkir Tengah, serta sekitarnya di Kecamatan Tingkir Salatiga, sejak dahulu dikenal sebagai salah satu daerah basis muslim yang cukup kental. Keberadaan daerah basis muslim tersebut, tidak lepas dari pengaruh kuat ajaran sejumlah tokoh ulama yang tinggal di daerah itu. Tokoh yang memiliki pengaruh cikal bakal ajaran Islam di Tingkir adalah KH Abdan (1840-1936). Tokoh itu pula yang melahirkan belasan keturunan dan kerabat, yang kini menjadi kiai kondang di Tingkir dan Salatiga. Ajaran syariat Islam yang disampaikan KH Abdan hingga kini masih terasa dibawa oleh para keturunannya. Untuk mendapatkan kisah perjuangan syiar Islam yang dibawa oleh KH Abdan, Suara Merdeka mengumpulkannya dari para kiai keturunannya dan tokoh masyarakat Tingkir yang kini pun sudah berusia lanjut. Abdan dikenal sebagai guru para kiai yang sangat dihormati dan menjadi tempat umat muslim meminta bantuan menyelesaikan permasalahan agama. KH Shodiq, tokoh Islam di Tingkir Tengah mengungkapkan, KH Abdan kerap menjadi rujukan para kiai dan masyarakat saat dirundung masalah dan persengketaan yang berkaitan dengan agama. Dasar penyelesaian masalah itu adalah ilmu hukum Islam yang dikuasainya. Kegiatan syiar Islam KH Abdan dipusatkan di Masjid Kauman yang telah didirikan lebih dari 100 tahun lalu. Masjid yang berada di RT 2 RW 5 Dukuh Krajan, Tingkir itu, semua kegiatan ibadah yang kerap dilakukan oleh Abdan hingga kini dilanjutkan oleh muslim setempat. Sekitar tahun 1980-an, masjid yang kerap disebut Kauman itu dinamai Masjid Al Fudlola, setelah direnovasi beberapa bagiannya. Kekentalan suasana Islam di Tingkir tidak lepas pula dari pengaruh syiar yang telah dilakukan oleh Abdan. Ketika memasuki daerah itu sangat terasa suasana itu. Di Tingkir terdapat sejumlah pondok pesantren (ponpes) dan lembaga pendidikan Islam, yang tidak lain dikembangkan para keturunan serta kerabat KH Abdan. Karena para tokoh Islam di Tingkir masih kental hubungan kekerabatannya, sehingga silaturahmi warga di tempat itu juga sangat tinggi. Hormati Tamu Cerita menarik yang membuat masyarakat selalu teringat dengan KH Abdan adalah sifat menghormati tamu dan menjunjung silaturahmi di Tingkir. Sebuah julukan KH Abdan yang cukup ngeri tetapi ternyata guyonan belaka adalah sebutan sebagai Pangeran Samber Nyowo. Apa pasal? Karena setiap mengetahui akan kedatangan tamu, selalu Abdan memotong ayam sebagai suguhan utama tamunya, yang saat itu sudah dianggap menu spesial. ''Ternyata samber nyowo itu karena KH Abdan selalu memotong ayam, jika kedatangan tamu,'' cerita KH Shodiq sambil bercanda. Harun Kholil, seorang pensiunan PNS guru menerangkan, banyak kisah KH Abdan yang tidak tercatat, sehingga banyak anak cucunya yang tidak mengetahui kiprah ulama yang cukup disegani itu. (41) |