| Selasa, 02 Oktober 2007 | SEMARANG |
Dipaksa Beli Tiket Palsu, Pemudik Lapor ke PoskoSEMARANG- Penumpang yang hendak memasuki Terminal Induk Terboyo harus lebih waspada dan berhati-hati kepada calo yang mangkal di sekitar tempat itu. Pasalnya, mereka kerap kali memaksa penumpang untuk membeli tiket yang harganya jauh lebih mahal dibandingkan aslinya. Bahkan, orang-orang yang tak bertanggung jawab itu kerap kali menjual tiket palsu kepada penumpang. Seperti dialami Kaswan (42) dan Carsono (40), keduanya warga Cilempung, Cimangun, Kabupaten Cilacap, Senin (1/10), di Terminal Induk Terboyo. Kedua pria yang hendak mudik itu, dipaksa oleh seorang calo untuk membeli tiket bus Semarang-Purwodadi seharga Rp 27.500. Padahal, harga tiket normal hanya Rp 8.600. Karena merasa dirugikan, keduanya melaporkan peristiwa itu ke Posko Siaga Lebaran di Terminal Terboyo. ''Kami berdua dari Cilacap hendak mudik ke Purwodadi. Namun, ketika hendak naik ke bus, seorang pria dengan nada yang tidak sopan memaksa kami untuk membeli tiket. Dia meminta uang Rp 55 ribu untuk dua penumpang,'' kata Kaswan. Kedua pria yang ketakutan itu mencoba menawar tiket tersebut seharga Rp 50 ribu. Akan tetapi, pelaku tidak bersedia, bahkan membentak korbannya. Karena ketakutan, Kaswan akhirnya memberikan sejumlah uang sesuai yang diminta pelaku. ''Setelah memberikan uang, dia (pelaku- red) memberikan tiket tersebut. Namun setelah saya perhatikan, tiket itu sepertinya palsu. Selanjutnya, saya turun dari bus dan melaporkan peristiwa tersebut ke Posko Siaga Lebaran,'' terangnya. Menerima informasi itu, Kepala Upt Terminal Induk Terboyo Ganin Bimantoro berkoordinasi dengan pihak kepolisian guna melakukan penyidikan. Hasilnya, awak bus AKDP jurusan Semarang-Purwodadi ''Sumber Hidup'' nopol H-1592-BE dipanggil ke posko untuk dimintai keterangan. ''Kami telah menerima informasi adanya penjualan tiket palsu di atas bus. Awak dan kru bus telah kami mintai keterangan. Perusahaan Otobus (PO) yang bersangkutan akan kami kenai sangsi terkait masalah itu,'' terang Ganin. Hingga petang kemarin, pihak kepolisian masih memburu calo yang menjual tiket palsu tersebut. Ganin mengimbau kepada penumpang untuk lebih waspada dan hati-hati selama masa Lebaran. ''Salah satu cara untuk menghindari pembelian tiket palsu yaitu membeli tiket di agen-agen resmi yang telah tersedia. Kalau ada yang menawarkan tiket di luar itu, apalagi penjualannya tidak mengenakan seragam resmi, penumpang harus waspada dan melaporkan kejadian tersebut ke posko,'' imbuh dia. (H40-41) |