logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 02 Oktober 2007 KEDU & DIY
Line

Warga Diminta Waspadai Daging Murah

YOGYAKARTA - Menjelang Lebaran, warga diminta waspada saat berbelanja, terutama ketika akan membeli daging. Jika menjumpai, daging murang, lebih baik pembeli benar-benar menelitinya. Sebab saat ini, daging glonggongan disinyalir beredar di pasaran.

Daging glonggongan sangat merugikan konsumen. Selain bobotnya tidak tepat (kandungan air tinggi), daging glonggongan juga sangat berbahaya bagi kesehatan. Kepala Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) Fakultas Kedokteran Hewan UGM, Dr dokter hewan Doddi Yudhabuntara, mengeluarkan imbauan tersebut, kemarin. "Daging dijual dengan harga murah. Konsumen mengira ini daging murah, tetapi sebetulnya daging campur air," tutur dia.

Cara Culas

Padahal cara-cara culas tersebut bisa mempercepat kerusakan daging. "Kalau air yang dicampur lebih kotor, daging akan lebih berbahaya karena mengandung kuman yang berasal dari organ pencernaan sapi, yakni bakteri e-colli. Orang yang mengonsumsinya akan sakit," ungkapnya.

Menurut dia, warga bisa mengetahui ciri-ciri daging glonggongan di pasar. Yakni melihat banyak mengandung air, dijual dengan cara tidak digantung (supaya air tidak menetes), dan bau daging sapi itu kurang khas atau tidak seperti biasanya.

Sapi glonggongan tidak dipotong di rumah pemotongan hewan (RPH), tetapi dipotong secara ilegal. Sebab sebelum dipotong, sapi dipaksa minum air terus-menerus hingga hewan itu kembung. (P12-72)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA